MENRISTEK REK DAMPINGI KUSRIN, LULUSAN SD PERAKIT TELEVISI

Seperti diberitakan, Muhammad divonis enam bulan penjara PN Karanganyar, Jawa Tengah, karena dituding memproduksi secara ilegal. Sejumlah karya pria lulusan SD itu dibakar dan sebagian lainnya dijadikan barang bukti oleh pihak kejaksaan.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengapresiasi kemampuan Muhammad Kusrin yang mampu merakit televisi. Apresiasi semakin tinggi sebab pria asal Kabupaten Karanganyar itu hanya menempuh pendidikan sampai sekolah dasar (SD). Menristek dan Dikti Mohammad Nasir mengaku siap memberikan pendampingan kepada Kusrin yang mampu menciptakan televisi berbasis limbah tabung komputer.

Terlebih lagi, Kusrin telah memiliki 30 karyawan yang setiap hari membantunya memproduksi televisi.

“Kami sudah bertemu dan mengapresiasi karya anak bangsa ini karena ia memiliki kemampuan merakit televisi yang bermanfaat dan memiliki nilai jual,” kata Nasir di Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2016), dikutip Kompas.com. Menurut Nasir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian agar Kusrin bisa melanjutkan usahanya tersebut.

Tenjo oge Lurr.. ( TV IEU DIPENJARA, TERUS DIDURUK HASIL GAWENA OGE | BEUHH…)

“Ke depan supaya Kusrin bisa berjalan kembali usahanya. Sebab, dari usaha itu, ia bisa memberdayakan 30 pegawai yang rata-rata lulusan SD-SMA sehingga setidaknya bisa mengentaskan (masyarakat dari) kemiskinan dan mengurangi pengangguran,” kata Nasir.

Karena itu, lanjut Menristek, pihaknya akan memberikan pendampingan meski Kusrin masih menjalani proses hukum. “Kalau untuk proses hukum, biarlah berjalan. Kami akan melakukan pendampingan terhadap Kusrin,” tuturnya. (Bobotoh.id/BBS)

[socialpoll id=”2325072″]

[socialpoll id=”2322831″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.