MESKI ALAT BERAT DIKERAHKAN, PENGGALI SUMUR NU KATIMBUN BELUM DITEMUKAN | INNALILLAHI..

Marthen Suatan (38), warga Pineleng Satu, Minahasa, mengatakan, korban yang tertimbun longsor saat menggali sumur, hingga Selasa (12/1/2016) sore, belum juga ditemukan. Padahal, dua alat berat berupa ekskavator telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu petugas penyelamat. “Posisi korban tenggelam (terbenam) dan tertindih dengan gorong-gorong sumur sehingga sangat sulit dievakuasi,” ujar petugas Basarnas Manado, Ferdy Sumampouw.

Peristiwa naas tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Marthen, Senin (11/1/2016) kemarin. Saat itu, dia bersama Fredik (48) dan Michael (43) sedang menggali sumur di kediaman keluarga Slamet Mashanafi di Pineleng I Jaga VIII. Mereka bertiga bekerja sejak pagi hari dan menggali sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter. Tenjo oge Lurr.. (INNALILLAHI, 3 PENDAKI ASAL BANDUNG YANG MENGLEUNGIT DI NEPAL DINYATAKAN !!)
Korban kebagian tugas menggali di dalam sumur, sementara Michael menarik tali, dan Fredik bertugas membuang tanah hasil galian. Saat sedang menggali, Marthen tiba-tiba berteriak meminta tali karena terjadi longsor di dalam sumur. “Kami mendengar bunyi longsor. Saat itu, kami sedang duduk,” ujar Slamet, pemilik sumur. Kedua temannya kemudian berusaha mencoba menolong Marthen. Namun, niat itu diurungkan karena beton sumur ikut bergoyang dan membahayakan keselamatan mereka. Polisi setempat kemudian mengontak tim SAR untuk membantu evakuasi korban. Belum bisa dipastikan apakah korban masih selamat atau sudah meninggal. (Bobotoh.id/kompas)

[socialpoll id=”2318163″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.