NIGHTWISH: “KAMI TERINSPIRASI CINTA, HAL TERBESAR DALAM HIDUP INI”

Nightwish, symphonic metal asal Kitee, Finlandia, dibentuk 1996 baru-baru ini sukses tampil di Singapura dalam rangka mempromosikan terakhir mereka, Endless Forms Most Beautiful, yang rilis pada Maret tahun lalu. Sebelum menggelar konser yang berlokasi di Coliseum Hard Singapore pada malam harinya, kontributor Rolling Stone, Syam Talisman secara khusus sempat bertemu dengan dua orang anggota band ini untuk berbincang-bincang santai mengenai album tersebut. Berikut ini kisahnya.

Pukul 16:50 waktu Singapura saat singgah di sebuah kedai kopi di Hotel Festive Sentosa, sebuah pesan singkat masuk ke telpon seluler saya dari salah seorang staf promotor Impact Live yang meminta saya bersiap untuk berjumpa dengan keyboardist, pencipta lagu utama sekaligus pendiri band Tuomas Holopainen dan bassist, vokalis pria serta pencipta lagu Marco Hietala dari . Bersama rekan saya, Nina Silvana yang mempunyai ‘tugas khusus’ membawa salah satu suvenir kebanggaan Indonesia, kain tenun sutra hand made yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, kami segera beranjak untuk menemui dua anggota band tersebut.

Tak lama berselang, seorang berbadan tinggi besar menghampiri saya dan memperkenalkan diri sebagai tim manajemen Nightwish. Ewo, sang manajer, kemudian memperkenalkan kami dengan Tuomas dan Marco sambil membuka percakapan dengan mengatakan bahwa Asia Tenggara sangat panas udaranya dibanding dengan negara lain tempat konser Nightwish sebelumnya.

Tenjo oge Lurr.. (HAMMERSONIC 2016, AJANG KUMPUL MILITAN DEATH-METAL | DIMANA TAH?)

Segelas coffee latte dan air mineral langsung diberikan untuk dua figur sentral Nightwish ini sebelum kami memulai sesi wawancara yang penuh dengan keakraban. Tak tampak rasa lelah di kedua wajah mereka, senyum sumringah selalu terpancar ketika kami berbicara. (Bobotoh.id/rollingstone.co.id)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.