PENELITI UI ANGGAP KASUS JESSICA SIGA SINETRON | UYYYUGH!

“Saya lihat kasus ini seperti drama. Kalau memang , ia harus diproses berdasarkan hukum yang jelas. Jangan sampai hanya untuk mengakomodasi keinginan masyarakat,” ujar Peneliti Hukum dan Pakar Viktimologi UI, Heru Susetyo dalam sebuah diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/1/2016).
“Saya lihat kasus ini seperti drama. Kalau memang Jessica, ia harus diproses berdasarkan hukum yang jelas. Jangan sampai hanya untuk mengakomodasi keinginan masyarakat,” katanya dalam sebuah diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/1/2016).

Ieu rame Lurr.. (JESSICA: SAYA TIDAK PUNYA AKUN PESBUK SEJAK TAUN 2012)

Menurut Heru, kasus kematian kopi beracun ini sama halnya dengan kasus pembunuhan fenomenal seperti pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir. Sebab, cara membunuh yang dilakukan pelaku memicu perhatian publik.”Saya khawatir meski Jessica ditangkap, kasus ini tidak akan terungkap dan media terkesan menghakimi, sehingga publik tergiring bahwa ‘ya dia, siapa lagi selain dia’,” ucapnya.

Selain itu, Heru menilai, polisi terkesan tergesa-gesa mengungkap kasus ini. Ia mengatakan, polisi lama menentukan tersangka lantaran kurangnya alat bukti. Namun, lanjut dia, polisi kini terdorong dan terdesak menangungkap pelakunya.

“Saya juga khawatir menentukan tersangka karena terdesak keinginan masyarakat. Walau orang yang sudah jadi tersangka belum tentu ia bersalah,” ucapnya.

Sementara itu, Kriminolog Reza Indra Giri masih tidak menyakini jika Jessica merupakan otak pelaku pembunuh Mirna Salihin. Ia tetap menilai kasus tersebut merupakan kasus salah sasaran. “Saya tidak yakin ini pembunuhan yang mengincar korban sesungguhnya. Perencanaan dilakukan rapi tapi kacau ketika pelaksanaan. Sangat tidak sebanding alat kejahatan yang digunakan dengan korban yang dituju,” paparnya. (.id/BBS/metrotvnews.com)

[socialpoll id=”2328125″]

[socialpoll id=”2326782″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.