PENGUNGSI ROHINGNYA DI ACEH MEUNANG PELATIHAN NGAJAIT | HaDe!

Rukiah Begum, salah seorang Rohingya, mengaku sangat gembira terpilih untuk mengikuti program tersebut. “Saya senang mengikuti program ini. Karena waktu di Burma tidak ada kesempatan untuk belajar. Meski saya bisa sedikit , dari melihat orang lain saat masih berada di Burma,” kata Rukiah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang pengungsi lainnya, Raihana Begum (15). “Di Burma, kami tidak diberi kesempatan untuk belajar apa pun. Alhamdulillah di sini kami mulai diajarkan menjahit,” tutur Raihana. “ seperti ini sudah lama kami nantikan. Semoga nanti saya bisa jahit jilbab, baju dan lain lain untuk dijual agar punya uang,” kata dia, dengan penuh semangat.

Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar pelatihan menjahit bagi 35 peserta yang terdiri dari pengungsi Rohingya dan warga Desa Blang Adoe . Pelatihan untuk pengungsi dan warga sekitar yang bertempat tinggal di sekitar lokasi penampungan, dimulai hari ini, Sabtu (9/1/2016). Rencananya, pelatihan berlangsung selama empat bulan ke depan.

Koordinator penampungan, Zulkarnaen menyebutkan, pihaknya sengaja memilih program ini dijalankan berbarengan antara warga sekitar dengan pengungsi Rohingya. Ini dilakukan agar pelatihan tersebut menjadi media bagi interaksi langsung antara pengungsi dengan warga Desa Blang Adoe. Tenjo oge Lurr.. (DONASI BUAT PENGUNGSI ROHINGYA! Hatur Nuhun, luuurd.)

“Kami sengaja membuat satu kelas. Tujuannya supaya warga dan pengungsi bisa saling berkomunikasi secara langsung,” kata Zulkarnaen, Sabtu. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2322404″]


[socialpoll id=”2318163″]

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.