PENOLAKAN TRUMP JADI PRESIDEN DILAKUKEUN DENGAN AKROBAT UDARA!

Lima pesawat melakukan akrobat di udara dan membuat pesan penolakan terhadap upaya pengusaha Amerika menjadi negara Paman Sam kemarin, Jumat (1/1). Aksi menulis dengan asap pesawat dilakukan saat digelarnya hajatan tahunan Parade Mawar di Pasadena, California. Dikutip dari Reuters, lima pesawat tersebut menuliskan pesan, ‘Amerika Negara Hebat! Trump Menjijikkan. Siapapun memimpin Amerika, asal bukan Trump’.

, salah satu pengusaha asal Alabama mengakui dirinya merupakan aktor dibalik kampanye penolakan Trump sebagai presiden dari Partai Republik tersebut. Usai menyaksikan atraksi yang didanainya tersebut, kepada CBS News, Pate bahkan menyebut Trump sebagai presiden yang tercela. “Aksi ini baru permulaan. Saya mendanai tiga kampanye anti-Trump sebelumnya melalui pertandingan rugby. Kandidat lain bisa tetap maju, tapi Trump tidak,” tegas Pate, dikutip Kamis (2/1).

Meski tidak menjelaskan lebih lanjut alasannya menolak keras upaya Trump maju sebagai calon penerus Barrack Obama, namun CBS mencatat Pate yang juga pengusaha properti seperti musuhnya tersebut telah bersama-sama memberikan sumbangan kampanye untuk calon Partai Demokrat dan Partai Republik di masa lalu.

Namun untuk pemilihan presiden Amerika yang akan dilakukan November 2016 mendatang, Pate lebih memilih untuk mendukung pencalonan kandidat dari Partai Republik yaitu Marco Rubio. Tenjo oge Lurr.. (PIDATO DONALD TRUMP JADI BAHAN PROVOKASI TERORIS | HADEEUUUH..)

Belakangan ini, sejumlah pengamat di Amerika menyayangkan pidato politik Trump yang berbau dengan mengatakan imigran Meksiko yang masuk ke Amerika sebagai pemerkosa dan penyelundup Narkoba. Ia bahkan mengusulkan agar Amerika bisa memblokir akses masuk kepada seluruh penganut agama Islam menyusul maraknya teror berbau keagamaan di sejumlah negara. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2320676″]


 

[socialpoll id=”2317542″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.