PEREMPUAN MUSLIM BERJILBAB DIUSIR DARI KAMPANYE TRUMP | BEUH.. WANIAN!

Seorang perempuan Muslim berjilbab, Rose , digiring keluar dari acara kampanye Donald Trump pada Jumat (8/1). Mereka kemudian mulai menunjuk dan Marty Rosenbluth, pria di sebelahnya yang juga hanya diam pada saat kampanye. Ketika mereka digiring keluar, para pendukung Trump berteriak, “Keluar! Keluar!” Bahkan menurut , ada satu orang yang berteriak, “Kamu punya bom. Kamu punya bom.” hanya berdiri diam di belakang Trump ketika kandidat calon presiden Amerika Serikat tersebut mulai mengatakan bahwa pengungsi yang kabur dari perang di Suriah sebenarnya terkait dengan ISIS.

1

 

Sebelum akhirnya keluar, Hamid sempat berbicara dengan beberapa pendukung Trump yang duduk di dekatnya. Saat ia dipaksa keluar, beberapa dari orang tersebut memegang tangan Hamid dan berkata, “Maaf.” “Orang di sekitar yang sempat berbicara dengan saya sangat baik. Adapun orang yang tidak pernah berbicara dengan saya, ialah orang yang sudah dipengaruhi Trump, sangat menjijikan,” tutur Hamid. Kendati demikian, Hamid masih menyimpan keyakinan bahwa karakter manusia yang sesungguhnya sebenarnya baik. Namun, ada beberapa pengaruh buruk dari sekitarnya.

Selama masa kampanye, Trump memang dikenal kerap melontarkan pernyataan kontroversial khususnya yang menyangkut keberadaan warga Muslim, seperti pelarangan sementara Muslim memasuki AS. Mayor Steven Thompson dari Depatemen Kepolisian Rock Hill mengatakan kepada CNN bahwa Hamid diusir lantaran panitia kampanye sebelumnya mengatakan kepadanya bahwa, “Siapapun yang membuat gangguan harus dikeluarkan.”

Setelah mereka keluar, Trump berkata, “Ada kebencian terhadap kami. Ini tak bisa dipercaya. Itu adalah kebencian mereka, bukan kebencian kami.”

Sebelum kampanye, Hamid bercerita kepada CNN bahwa ia memang tidak ingin berteriak atau mengganggu jalannya kampanye. Ia hanya ingin menunjukkan kepada para pendukung Trump bagaimana sebenarnya seorang Muslim. “Saya pikir, kebanyakan pendukung Trump mungkin tidak pernah bertemu dengan seorang Muslim jadi saya akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertemu,” ucap Hamid sambil memakai kaus bertuliskan, “Salam, saya datang dengan damai.” Saat memasuki arena kampanye, Hamid hanya ingin melihat bagaimana reaksi para pendukung Trump.

Hingga kini, tim kampanye Trump belum bisa dihubungi.

“Orang tak memiliki kesempatan untuk melihat hal lain mengenai Muslim selain yang ada di televisi. Ini menunjukkan bagaimana ketika Anda mulai menganggap seseorang bukan manusia, itu akan membuat orang lain menjadi orang yang sangat aneh dan pembenci. Itu harus diketahui,” Ujar Hamid. (Bobotoh.id/BBS/cnnindonesia)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2322358″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.