POLITISI PDIP DAMAYANTI TUTUPI KETERLIBATAN ANGGOTA DPR LAIN | NEKAD?

Anggota Komisi V DPR dari fraksi , Wisnu Putranti memilih tidak berkomentar usai menjalani pemeriksaan di . yang telah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK itu diperiksa untuk tersangka lainnya yaitu Abdul Khoir.

“No comment. Nanti aja di persidangan,” ucap Damayanti saat ditanya awak media tentang aliran uang suap ke anggota DPR lainnya.

Hal itu diucapkan Damayanti usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2016). Tak berapa lama, dua tersangka lainnya yaitu Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini juga keluar dari ruang pemeriksaan. Mereka berdua diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Damayanti.

Dessy yang keluar terlebih dulu sempat meminta maaf lantaran sempat berucap kasar saat akan ditahan KPK pada Jumat (15/1) dini hari. Saat itu Dessy sempat mengumpat di hadapan awak media.

“Maaf ya kalau kemarin saya ngomong kasar, maaf ya,” kata Dessy. Sejurus kemudian giliran Julia yang keluar dari ruang pemeriksaan. Julia memilih menutupi wajahnya dan tidak mengucapkan sepatah katapun.

KPK telah menetapkan Damayanti Wisnu Putranti, Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti disangka telah menerima suap senilai SGD 404 ribu. Namun KPK menutup rapat soal proyek yang diamankan Damayanti.

Tenjo oge Lurr.. (PK TANGKAP TANGAN LEGISLATOR PDIP DAMAYANTI WISNU PUTRIANTI | BEUUHH..!)

Atas perbuatannya Damayanti, Julia dan Dessy ditetapkan sebagai tersangka penyuap dengan sangkaan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. Sedangkan Abdul Khoir dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999. (Bobotoh.id/detik.com)

[socialpoll id=”2324761″]

[socialpoll id=”2322831″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.