SATE PADANG REBUT HATE CALON WISATAWAN SPANYOL | WEEEHHH..

Makan yuuk… Asli dan cuma sehari, loh!” Bunyi di selebaran itu sangat menggoda. Tidak hanya bagi orang Indonesia yang berada di Madrid, Spanyol, tapi juga orang asing – melalui selebaran berbahasa Inggris tentu –, yang ingin merasakan makanan Indonesia.

Alhasil, acara brunch yang diselenggararakan di El Jardin, Hotel InterContinental, Madrid, Spanyol, pada Minggu 24 Januari 2016, pukul 13.30 – 16.30 waktu setempat, membludak. Kursi yang dijual dengan harga 67 Euro (Rp1 juta) per orang itu habis terjual.

 

2

Langkah ini adalah salah satu dari kegiatan promosi warisan budaya kuliner tradisional Indonesia yang diselenggarakan KBRI di Madrid. Sate Padang hanyalah satu dari sekian banyak menu makanan Padang yang diboyong ke Spanyol selain rendang, ikan kuah kuning dan lainnya.

“Kami ingin lebih banyak orang mengenal makanan Indonesia, dan kali ini Padang,” ujar Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso.  Di atas meja, menu yang tersaji bukan hanya menu Indonesia, tapi juga ada menu lainnya termasuk menu western. Hal ini ternyata tak melunturkan pesona makanan Indonesia di mata tamu penting kenegaraan dan juga tamu umum yang datang.

Makanan Indonesia termasuk makanan yang jadi favorit. ”Mereka kebanyakan ingin mencoba hal-hal baru, dan masakan Padang cukup bisa diterima,” kata kata Marco Lim, salah seorang chef di perjamuan ini.

Meski berskala internasional namun makanan yang disajikan terlihat otentik. Potongan daging sapi yang dibumbui dan ditusuk dengan tusuk sate dari bambu. Sedikit berbeda, sate padang ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding ukuran biasa. Setelah dibakar, sate ini ditaburi bawang goreng di atasnya.

Untuk acara ini, sate padang disajikan dengan bumbu kuah kental berwarna kuning yang berbeda. Beberapa bumbu yang dipakai untuk membuat bumbu saus ini antara lain, cabai merah, bawang merah, bawang putih, jintan, kunyit, dan ketumbar.

“Soal kepedasan, memang kami kurangi levelnya, juga ada beberapa makanan yang bumbunya kami pisah,” kata Marco. Di tahun 2016 ini, dengan adanya perkenalan rasa makanan asli Indonesia dan juga kemenangan Indonesia di beberapa ajang wisata internasional diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional. (Bobotoh.id/BBS/CNNIndonesia.com)

[socialpoll id=”2327011″]

[socialpoll id=”2326739″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.