SEBELUM APPLE, DAVID BOWIS GEUS JUALAN LAGU PAKE INTERNET

“Jika saya bisa kembali ke umur 19 tahun, saya akan melewatkan musik dan langsung ke ,” kata pada pertengahan 1998 silam. Musisi legendaris tersebut sadar bahwa mampu mengubah dunia di segala sektor. Salah satunya di sektor musik yang telah menjadi nafas hidupnya selama kurang lebih 50 tahun. Pada 1996, Bowie menjadi seniman musik pertama yang mendistribusikan lagu secara online. Kala itu, single berjudul “Telling Lies” dirilis eksklusif di jagat maya. Lebih dari 300.000 penggemar Bowie membeli lagu tersebut dengan mekanisme unduh.

Jadi jauh sebelum Steve Jobs dan Apple mempopulerkan pembelian lagu lewat internet di iTunes pada tahun 2001, David Bowie sudah melakukannya lebih dahulu. Setelah itu, seperti banyak artis lainnya, Bowie membuat situs profesional yang berisi perjalanan musiknya dari masa ke masa. Mulai dari album, single, tur musik, dan cerita-cerita lainnya, terhimpun rapi pada situs tersebut.

Pada 1997, Bowie pertama kali mencanangkan konsep live streamingpada konsernya yang bertajuk “Earthling”. Konser yang digelar di Boston tersebut ramai ditonton lewat internet. Namun, karena koneksi kala itu belum semapan hari ini, resolusi video pun pecah dan temponya tersendat-sendat.

Kehadiran BowieNet

Kendati upayanya kurang berbuah manis, Bowie tetap optimistis dengan masa depan internet. Pertengahan 1998, Bowie meluncurkan layanan internet bertajuk “BowieNet”. Layanan tersebut merupakan upaya untuk merangkul para fans dan mendistribusikan musik Bowie secara lebih efektif dan efisien. Para subscriber bisa mengakses arsip fotografi, video, dan wawancara eksklusif media bersama Bowie. Adapula blog, perjalanan karir, dan berita-berita lainnya terkait sang legenda. Tenjo oge Lurr.. (TENTANG BOWIE, SALAH SEORANG MUSISI BERPENGARUH DUNIA)

Bowie juga menjanjikan lagu-lagu eksklusif yang hanya dibagi di BowieNet. Selain itu, para subscriber diberikan alamat email beralamatkan @bowienet. Bowie menjadikan BowieNet sebagai layanan berbasis visual dan komunitas interaktif khusus untuk para fans. Beroperasi hingga kurang lebih delapan tahun, BowieNet akhirnya ditutup. Sejak saat itu, Bowie tak lagi produktif bermusik.

Baru pada 2013, Bowie hadir kembali dengan merilis single “Where Are They Now” di situs profesionalnya. Single tersebut dianggap sebagai pengobat rindu para fans atas sosok provokatif Bowie. David Bowie tak hanya seniman legendaris, ia juga seorang visioner. Ia melihat potensi internet bukan cuma sebagai alat pemasaran massa, namun juga sebagai wadah membuat, membagi, dan meningkatkan kualitas karyanya.

Mengawali tahun ini, tepatnya 10 Januari 2016, Bowie meninggal pada usia 69 tahun setelah lebih dari setahun melawan kanker. Hingga akhir hayatnya, Bowie masih mendedikasikan kecintaanya terhadap musik dengan menelurkan album bertajuk “Blackstar” pada 8 Januari 2016. (Bobotoh.id/BBS/kompas)

[socialpoll id=”[socialpoll id=”2323237″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.