SUASANA HARU & “HATUR NUHUN” ITU DATANG LAGI !!

Suasana haru kembali menghujam skuat . Pasca kepergian Makan Konate beberapa waktu lalu, kali ini menjadi aktor intelektual dibalik kesedihan yang dirasakan para punggawa . Sang juru racik yang telah hampir 4 tahun menukangi akan pergi selama satu tahun ke Italia guna berburu ilmu kepelatihan bersama salah satu tim raksasa Seri A, Inter Milan.

Tangisan pun pecah usai Atep cs melakukan latihan pagi di Lapangan Ciujung, Bandung, Senin (11/1/2016). Djajang berpamitan diiringi derai air mata kala memeluk satu per satu anak asuhnya. Sang juru racik ini tak bisa menutupi kesedihannya saat harus mengucapkan salam perpisahan kepada para pasukan yang selama ini menjadi bagian hidupnya. Hari ini pun menjadi hari terakhir memberikan komando kepada para punggawa Persib.

Di tahun berikutnya. pelatih yang kerap disapa Djanur ini belum bisa dipastikan akan kembali menukangi Persib lagi. Seorang pelatih pun kini tengah bersiap menduduki singgasana yang ditinggalkannya di dalam tubuh Pangeran Biru.

“Saya berterima kasih kepada semua pemain, yang sudah bahu membahu sehingga dapat menciptakan prestasi bagi Persib. Di tiga tahun terakhir ini kami dapat beberapa trofi. Hasil kerjasama yang luar biasa antara tim pelatih, manajemen, pemain, ofisial dan , Saya tidak dapat menyebutkan ini hanya hasil pemain saja. Tapi ini adalah hasil semua, kolektif. Terima kasih. Seperti diketahui prestasi semua itu hasil dari kebersamaan,” ucap Djanur kala itu.

Beberapa pesan pun sempat Ia lontrakan kepada anak buahnya. Kekompakan dan disiplin tinggi yang selama ini mewarnai Persib, tidak boleh pudar begitu saja. Djanur pun meminta kepada para pemain seniornya untuk terus membimbing anak-anak muda penuh talenta yang baru saja direkrutnya dari Diklat Persib. Ia mempunyai obsesi untuk bisa menjadikan Gian Zola cs menjadi pemain bintang dikelak kemudian hari.

“Itu mungkin pesan atau harapan buat pelatih yang akan menggantikan posisi saya nanti. Jadi saya berharap, yang menggantikan saya dapat meneruskan harapan ini, sehingga pemain muda ini dapat menjadi pemain sukses. Karena saya melihat dari talentanya sangat memadai. Saya memang belum mengetahui siapa yang akan menggantikan nanti, tapi saya berharap, impian untuk pemain muda ini tetap terjaga dan dilakukan” pesannya.

Bersama Persib, Djanur terbilang pelatih yang sukses menorehkan prestasi dan sejarah. Ia berhasil menghilangkan dahaga bobotoh dengan kembali membawa pulang trophy Indonesia Super League ke kota Bandung di tahun 2014. Pada tahun berikutnya, gelaran Piala Presiden berhasil diraih melalui perjuangan panjang yang dramatis. Lagu “Halo-halo Bandung” kembali bergema di Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah racikan sang arsitek berhasil meluluh-lantakan Sriwijaya FC dengan skor 2-0. Belum lagi event-event pra musim seperti Piala Wali Kota Padang dan Celebes Cup yang juga berhasil digondolnya ke Kota Kembang.

Djanur tentunya akan menjadi “pahlawan” bagi sepak bola kota Bandung dan Jawa Barat. Prestasinya mampu membuat bobotoh bangga dan sulit melupakan kenangan indahnya bersama para punggawa Pangeran Biru.

, Coach !! Untaian doa akan selalu menyertaimu, sukses selalu ! Amin ! (bobotoh.id/HL)

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.