SURABAYA SATU SELERA MUSIK JEUNG GREENLAND?

Warga Surabaya ‘berkerabat’ dalam hal selera musik dengan warga Nuuk, ibukota Greenland. Selain itu, Beyonce populer di Sudan; penulis lagu asal Brazil Rodrigo Amarante terkenal di Uzbekistan; dan Leo Sayer adalah artis paling kondang di Peru. Itulah hasil mengejutkan dari proyek yang memantau musik paling dicari orang di seluruh dunia. Data didapatkan dari – perusahaan yang membantu 100 juta penggunanya mengenali lagu apapun yang mereka dengar dengan memainkan cuplikannya ke ponsel mereka.

Secara global, “Hello” dari Adele ialah lagu yang paling dicari di seluruh dunia. Pengguna Shazam mencari lagu tersebut di 2.578 kota pada November tahun lalu – lebih dari setengah 4.900 lokasi yang dijadikan sampel. Mungkin karena itu, lagu Lionel Richie berjudul sama juga dicari di Angola dan Iran. Lagu populer lainnya termasuk “Lean On” dari Major Lazer (dicari di 1.062 lokasi) dan “Hotline Bling” dari Drake (777 kota).

BBC menggunakan data itu untuk menemukan “kota kembar” musik – tempat yang berjauhan dengan selera yang mirip dalam musik pop. Nuuk di Greenland – kota di negara paling utara dunia – dapat dipasangkan dengan Surabaya, Indonesia, tempat dengan temperatur rata-rata di atas 23C. Warga Sulaymaniyah di Irak ‘berkerabat’ dengan warga Victoria, Chili yang hidup sekitar 146 kilometer jauhnya. Sedangkan Bournemouth, Inggris, berbagi DNA musiknya dengan Abu Dhabi, UEA, karena sama-sama menggemari trio hip-hop asal London, WSTRN dan lagu hit mereka, In2.

Data dengan jelas menggambarkan pengaruh global musik pop barat – dengan artis seperti Meghan Trainor, Calvin Harris, Taylor Swift, dan Drake dicari di Bangladesh, Cina, Kazakhstan, dan Peru. Artis yang tidak menyanyi dalam bahasa Inggris sebagian besar ialah fenomena lokal. Bintang Rusia, Motte, dicari hampir 200 kali namun pencarian itu terbatas di Rusia, Georgia, dan Kyrgyztan. Sama halnya dengan artis Prancis, Louane – mantan runner-up kontes The Voice Prancis – yang lagunya, Avenir, sukses di Austria, Jerman, dan Pantai Gading (tapi tidak di negaranya sendiri).

Sementara itu, semua lagu yang di-“Shazam” di Inggris dan Australia dibawakan dalam bahasa Inggris – hal serupa juga terjadi di AS, kecuali untuk beberapa lagu berbahasa Spanyol. Data juga menunjukkan sejumlah anomali. Kenapa lagu “More Than I Can Say” dari Leo Sayer menjadi lagu paling dicari di Cerro de Pasco, Peru November lalu? Apa penjelasan dari naiknya minat terhadap rangkaian orkestra Aaron Copland pada 1944, “Appalachian Spring” di antara warga kota Waycross, Amerika Serikat? Dan kenapa begitu banyak orang tidak dapat mengenali lagu Adele, “Hello?” (Bobotoh.id/BBS/bbcindonesia)

[socialpoll id=”2320680″]


 

[socialpoll id=”2318163″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.