SUSATYO, DIBALEDOG BOM SAAT BERHADAPAN DENGAN TERORIS DI KAWASAN SARINAH

“Saya bersama lima anggota Sabhara mengepung dari depan Starbucks hanya dalam jarak 10 meter dari pelaku yang bersembunyi dari balik tembok pagar Starbucks,” cerita yang dikirim oleh Suyatno, Jumat.  bersama timnya menembak untuk menutup ruang gerak para pelaku. Alhasil, tembakan tersebut membuat panik pelaku. “Kedatangan saya ternyata membuat panik pelaku dan menyerang membabi-buta dengan melempar bom rakitan dan tembakan,” lanjut Suyatno mengisahkan .

Mekanisme pengaktifan bom yang dilempar ke mobilnya pelaku teroris harus membakar sumbu terlebih dahulu. Sehingga, saat lemparan ke tiga, bom tak sengaja meledak. Sementara itu, tembakan pelaku mengenai pintu kiri belakang mobil Susatyo. Lemparan bom dari pelaku juga hanya berjarak satu meter dari mobil dinasnya.

“Kemudian saya keluar mobil dari pintu di sisi kanan,” tambahnya.

Susatyo mengaku saat itu terduga teroris langsung mengarah kepadanya. Pengalihan tersebut disebut berguna agar anggota lain untuk mendekati pelaku. “Sementara dari sisi kiri Starbucks saya melihat sudah ada Karo Ops Polda Metro dan Kapolsek Menteng yang akan mendekat,” katanya.

Tenjo oge Lurr.. (AYA BENDERA ISIS DI RUMAH TERSANGKA PENGEBOMAN ! HMM !)

Ia juga sembari menolong anggota lain ke dalam mobil dinasnya karena menjadi sasaran tembak. Ia juga berinisiatif agar anggotanya untuk tiarap dan mundur agar tak kena lemparan bom berikutnya. “Setelah semua berhasil mencari perlindungan di taman, saya bergegas mundur dengan menyetir sambil tidur terlentang untuk mempersiapkan bantuan dari satuan lainnya,” terangnya.

Setelah itu, dipastikan lima terduga teroris tewas. Tiga karena bom bunuh diri, dua lainnya ditembak mati. (Bobotoh.id/BBS/kompas.com)

[socialpoll id=”2323684″]
[socialpoll id=”2321497″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.