TERDESAK DI SURIAH, ISIS REK UBAH TAKTIK MEMERANGI ISRAEL

“Di Suriah, kekuatan kelompok teror sudah melemah. Keberhasilan memerangi , menurut pendapat saya, memunculkan kemungkinan bahwa kami akan melihat mereka memutar arah senjata mereka melawan kami dan . Juga karena hari ini, ruang tenang dan ruang aman adalah antara dan Jordania,” kata Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, Kepala Pasukan Bersenjata .

Kendati keberadaan ISIS di perbatasan selatan Suriah dibatasi, tetapi sang jenderal percaya bahwa kelompok tersebut akan bersekutu dengan sel ekstremis lainnya yang beroperasi di wilayah itu. “Menurut logika strategi mereka, ada logika tertentu yang menghubungkan Israel dengan Jordania,” kata Eizenkot. Brigade Martir Yarmouk, kelompok militan ultra-garis keras yang berperang di daerah Golan yang diduduki Israel dan dekat dengan Jordania utara, bisa menjadi salah satu kelompok yang akan memerangi Israel atas nama ISIS.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah terdesak di Suriah akibat gempuran serangan udara Rusia dan negara-negara koalisi pimpinan Amerika Serikat. Mulai melemahnya kekuatan ISIS di Suriah memunculkan kemungkinan bahwa kelompok ekstremis itu mengubah taktik mereka untuk menyerang Israel dan Jordania, demikian disampaikan kepala pasukan bersenjata Israel, Letnan Jenderal Gadi Eizenkot.

Tenjo oge Lurr.. (SIS EKSEKUSI MATI GAY DENGAN CARA DIALUNGKEUN TI ATAP GEDUNG | WIIIH.. SADIS!)

Setelah intervensi Angkatan Udara Rusia di Suriah untuk membantu pasukan pemerintah merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai ISIS, kekuatan kelompok teroris itu mulai melemah. Kondisi itu memaksa mereka mencari cara baru untuk melakukan teror di perbatasan Suriah dengan Israel dan Jordania, kata Eizenkot dalam sebuah konferensi di Institut Studi Keamanan Nasional Universitas Tel Aviv. (Bobotoh.id/BBS/kompas.com)

[socialpoll id=”2325039″]
[socialpoll id=”2322831″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.