TENTANG SELERA PELATIH !

ekoAda yang menduga apa yang saya bicarakan di periscope pada hari kamis lalu adalah karena saya mengetahui adanya pemain rekomendasi Dejan Antonic yang akan menuai pro-kontra di kalangan -hal yang tampak saat beberapa media memuat gambar salah seorang pemain dalam sesi latihan jumat pagi.

Sebenarnya saya tak mengetahui akan kehadiran pemain tersebut sebelumnya, saya hanya berbicara tentang keniscayaan dalam sepak bola, bahwa seorang cenderung membawa “gerbong” lama dari masa lalu yang berisi pemain seleranya.

Ieu rame lur: INI ALASAN KUNAON DEJAN TERTARIK ANDRITANY !

Bahkan dalam konteks Dejan Antonic, gerbong yang dimaksud tak sekedar pemain saja namun juga kolega-koleganya seperti tim official misalnya. Hal ini cukup menarik karena berbeda dengan kasus penarikan gerbong-gerbong sebelumnya di PERSIB yang hanya diisi oleh pemain saja, semisal saat Jaya Hartono yang menarik gerbong deltras connection-nya saat menangani PERSIB, maka kita mengenal sosok Hilton Morriera, Airlangga Sucipto, Hariono, dan Waluyo.

Tentang selera pemain tentulah ini adalah hak prerogatif yang tak bisa diganggu pihak lain bahkan memang bukan untuk dimengerti, karena sekali lagi ini tentang selera, suatu hal yang sangat subjektif.

Pernah suatu ketika ada dua pemain pelamar di PERSIB Bandung, yang satu bernama Hristo Petrov dan satu lagi adalah Robertino Pugliara. Keduanya menampilkan performa yang mengesankan saat proses seleksi, terlebih Robertino Pugliara yang memang didatangkan untuk mengganti sosok Eka Ramdani yang tengah dilanda cidera saat itu.

Bagi siapapun yang melihat aksi Pugliara rasanya akan sepakat bahwa pemain yang satu ini sangat layak untuk direkrut, selain kemampuannya yang mampu menjadi solusi absennya Eka Ramdani, visi-misi bermainnya pun sangat pas diterapkan bagi tim semacam PERSIB yang saat itu membutuhkan sosok inspirator di lapang tengah, namun diluar dugaan memang, ternyata pelatih PERSIB saat itu memilih tak merekrutnya, alhasil sosok Eka Ramdani tak bisa di back-up dan PERSIB tampil kewalahan musim itu. Entah faktor apa yang membuat hal objektif menjadi tak jelas lagi parameternya, tetapi daripada berburuk sangka, lebih baik kita berhusnudzon saja…..bahwa itu semata soal selera saja.

Penulis: Eko Maung (@Ekomaung)

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.