LIMBAH TISU SEBERAT 1 TON MAMPET DI PIPA BAWAH TANAH | WEWW…

Sumbatan besar seberat satu ton, yang ternyata terdiri dari , ditarik dari pipa bawah tanah di Eleebana, New South Wales, Australia. Seperti diberitakan Australia Plus, Kamis (25/2/2016), penarikan limbah itu dilakukan perusahaan Hunter Water, yang kemudian mengunggah foto sumbatan besar limbah tisu basah pada Januari lalu itu.

Penarikan dilakukan dengan menggunakan mesin crane dan ember di pinggiran Danau Macquarie. Direktur Hunter Water Nick Kaiser mengatakan, penggunaan tisu basah kini semakin populer di seluruh dunia. “Tisu basah diiklankan sebagai cara lain untuk menyegarkan diri sehabis dari kamar mandi. Tetapi, ternyata tisu basah yang diklaim aman disiram di toilet ini telah menjadi masalah global,” kata dia.

 

1
Nick mengatakan, stasiun pompa limbah yang ada pun rusak akibat sumbatan yang disebabkan oleh tisu basah tersebut. Dibutuhkan waktu empat jam untuk mengangkat limbah raksasa itu.

Sejumlah orang dikerahkan menggunakan crane untuk menarik ‘ular’ limbah sepanjang tujuh meter tersebut, dengan berat 750 kilogram. Sementara sumbatan lain seberat 300 kilogram tela dikeruk oleh beberapa karyawan lain menggunakan wadah ember.

Nick mengatakan, sumbatan limbah itu telah dibawa ke depot untuk dibersihkan dan kemudian akan dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Ieu rame Lurr.. (SAMPAH PLASTIK! KALEUM AYA HILEUD)

Dia lalu mengimbau agar warga tidak membuah tisu ke dalam toilet. “Sayangnya, tidak ada standar aktual mengenai apa saja benda yang bisa disiram dan dibuang di dalam toilet,” kata dia.

Dia menyebutkan, tisu basah dapat memicu masalah selama melewati sistem saluran pembuangan dan bahkan setelah mereka mencapai instalasi pengolahan air limbah. “Limbah seperti benang, korek kuping, bahkan butiran kopi harus disaring keluar dari saluran pembuangan di beberapa titik,” kata dia.

Juru bicara Fasilitas Urban Queensland, Michelle Cull, tahun lalu mengatakan, meski upaya untuk menyampaikan pesan agar jangan membuang tisu basah ke toilet sudah disampaikan ke konsumen, tetapi masalah ini semakin parah. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2326442″]

[socialpoll id=”2334877″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.