5 REKOMENDASI PILEM NU ASIK DITENJO AKHIR PEKAN

Memasuki pekan pertama Februari 2016, layar bioskop tak semata dimeriahkan film-film percintaan—walaupun sepekan lagi Hari Valentine. Sebaliknya, tema film amat beragam!

Ada tema petualangan menegangkan, The Finest Hours dan The Revenant. Ada juga tema percintaan ala Indonesia, Aach Aku Jatuh Cinta, Surat dari Praha, Talak 3, juga Siti

Tak ketinggaan, tema komedi yang pas bagi si kecil, Norm of The North. Dan masih banyak lain tema-tema lain yang tak kalah seru. Namun khusus untuk pekan ini, jangan lewatkan lima film berikut.

The Finest Hours

Sederet bintang tampan membintangi film tentang tragedi kapal SS Pendleton yang dihantam badai pada 18 Februari 1952, dari Chris Pine, Cassey Affleck, Ben Foster, sampai Eric Bana.

Demi menyelamatkan 30 anak buah kapal yang terperangkap, Ray Sybert (Affleck) mengambil alih komando. Tak peduli cuaca buruk, Bernie Webber (Pine) dan tiga rekan turut menyelamatkan.

Film yang disutradarai oleh Craig Gillespie dan naskahnya ditulis oleh tiga serangkai Scott Silver, Paul Tamasy, Eric Johnson ini diklasifikasikan PG-13, untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.

Film ini dapat disaksikan di jaringan bioskop XXI, Cinemaxx, CGV-Blitz

The Revenant

Jadilah saksi kehebatan Leonardo DiCaprio dan Alejandro González Iñárritu, yang masing-masing berperan sebagai aktor dan sutradara The Revenant, sebelum film ini diunggulkan Oscar.

The Revenant berkisah tentang Hugh Glass (DiCaprio), si penunjuk jalan para pemburu, yang nyaris meregang nyawa setelah diamuk beruang. Namun ia ditinggal begitu saja oleh rekan-rekannya.

Glass pun bangkit dan membalas dendamnya terhadap si rekan, John Fitzgerald (Tom Hardy). Film berdurasi dua jam 36 menit telah meraup box office US$223,6 juta sejak dirilis pada Natal 2015 lalu.

Film ini dapat disaksikan di jaringan bioskop XXI, Cinemaxx, CGV-Blitz

Siti

Setelah “mengembara” di puluhan festival film dunia, dan meraih Piala Citra 2015, akhirnya Sitikembali ke Tanah Air dan tayang di bioskop-bioskop. Padahal sudah dirilis sejak Desember 2014.

Siti (Sekar Sari) adalah potret perempuan menengah ke bawah di kota kecil yang didera banyak persoalan, dari finansial sampai rumah tangga. Ia harus bekerja keras demi menafkahi keluarga.

Keunikan film yang disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Eddie Cahyono ini bukan hanya segi cerita, namun juga visualnya yang sederhana dalam nuansa hitam putih. Kelak jadi kekuatan Siti.

Film ini dapat disaksikan di jaringan bioskop XXI, CGV-Blitz

Surat dari Praha

Bertahun-tahun menetap di Praha, suatu hari, Jaya (Tyo Pakusadewo) dikejutkan oleh kehadiran gadis muda, Laras (Julie Estelle), putri kekasihnya di Indonesia, Sulastri (Widyawati).

Jaya tak bisa pulang ke Tanah Air akibat peristiwa 1965. Ia sempat hidup tanpa kewarganegaraan (stateless). Pertemuan dengan Laras, membuatnya larut dalam perbincangan tentang masa lalu.

Surat dari Praha digarap oleh sutradara muda Angga Dwimas Sasongko, dan diproduseri Glenn Fredly. Film ini juga menampilkan Ronny Marton, tokoh asli eksil 1965.

Film ini dapat disaksikan di jaringan bioskop XXI, CGV-Blitz

Norm of The North

Si beruang polar Norm (Rob Schneider) tak tahu cara berburu mangsa. Ia pun menjadi bulan-bulanan sesama fauna. Tapi hebatnya, ia memiliki kemampuan berbicara dengan manusia.

Saat konglomerat Tuan Greene (Ken Jeong) berencana membangun properti megah di Arktika, barulah Norm menyadari kelangsungan tempat tinggalnya terancam. Ia pun bertindak.

Ditemani tiga hewan pengerat lemming yang “elastis,” Norm menempuh perjalanan dari Kutub Utara ke kota demi menggagalkan rencana Tuan Greene. Kebetulan ia dibantu Ally (Maya Kay)

(Bobotoh.id/BBS/CNNIndonesia.com)

[socialpoll id=”2329965″]

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.