ADDIE MS: “IEU AKIBATNA BILA BANGSA TIDAK DIPERHALUS KU SENI JEUNG BUDAYA”

Tidak hanya membicarakan tentang konser Twilite Orchestra yang akan digelar pada 20 Februari mendatang, sang konduktor juga bicara banyak tentang cerita di balik kiprahnya dalam musik simfoni saat jumpa pers di Balai Kartini, Jakarta, pada Rabu (10/2) lalu. Baginya, peran musik begitu besar dalam membentuk sebuah bangsa.

“Sebelum 1998, saya sering datang ke menteri-menteri untuk membicarakan pentingnya pendidikan musik simfoni dan pentingnya mempunyai gedung konser,” ungkapnya. “Tapi nggak ada hasil.”

“Begitu 1998 terjadi chaos, di situ saya memiliki satu kesimpulan: ‘Nih, kalau bangsa nggak diperhalus dengan seni budaya,’” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Secara tidak langsung musik simfoni mengajarkan bagaimana kita mengelola perbedaan, bahkan membuat perbedaan—bayangkan: biola digesek; yang satu ditiup; yang di belakang dipukul—perbedaan itu bisa dikelola menjadi satu sinergi yang dahsyat.”

“Kalau bangsa-bangsa maju, anak mudanya dilatih dengan seni, sehingga bisa mengapresiasi perbedaan,” ujarnya. “Sedangkan, pada 1998 tidak. Kita dipertontonkan bahwa perbedaan itu menghancurkan. Yang berbeda harus dihancurkan.”

Ieu rame Lurr.. (TERINSPIRASI ‘STAR WARS’, ADDIE MS TAMPILKEUN ORKESTRA KARYA JOHN WILLIAMS)

Semenjak tragedi bersejarah yang pecah pada 1998, Addie mengaku tidak lagi mendatangi pejabat-pejabat. Ia kemudian membuat sebuah grup kecil, berisikan 8 orang, dan mendatangi sekolah dasar di berbagai daerah. “Mereka semua musisi profesional, saya bayar mereka. Itu saya lakukan untuk menjawab kekisruhan yang terjadi pada ’98.”

Addie dikabarkan akan menggelar konser bersama timnya dengan membawakan komposisi dari John Williams yang mengisi berbagai film ternama, seperti Star WarsJurassic Park, hingga Harry Potter. Ketika ditanya soal dukungan pemerintah untuk musik simfoni seusai jumpa pers, Addie mengungkapkan, “Dukungan pemerintah zaman dahulu masih sama, kurang sekali. Belum ada policy atau strategi yang jangka panjang dan menyeluruh.”

Meski menyebutkan pernah bertemu Gubernur DKI Jakarta Ahok atau Presiden Joko Widodo, ia belum membicarakan lagi tentang hal tersebut. “Aku tahan diri dulu, karena mereka punya prioritas yang lebih penting lagi sekarang untuk masyarakat luas. Mungkin baru tahun depan aku berani ngomong,” tutupnya.  (.id/Rollingstone.co.id)

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.