ATURAN PUBLIKASI KONTEN ONLINE DI CHINA SEMAKIN KETAT

Pemerintah mengesahkan aturan baru terkait publikasi di media online di negaranya. Kebijakan tersebut dibuat demi menjaga konten online agar hanya beredar di saja.

Dikutip Nextren dari The Wall Street Journal, Rabu (24/2/2016), peraturan yang dibuat oleh Kementerian Informasi dan Teknologi China bersama dengan regulator publikasi negara setempat itu melarang perusahaan asing membuat publikasi online.

Meski demikian, pemerintah China tetap mengizinkan perusahaan yang diinvestasi asing untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal di China selama mendapatkan izin.

Aturan tersebut juga menyaratkan agar semua publikasi online, seperti teks, peta, games, kartun, file audio dan video, semua harus menggunakan hosting server di China. Peraturan tersebut diumumkan pada awal minggu ini dan akan mulai diterapkan pada 10 Maret mendatang. Semua pihak yang terkait dengan publikasi online harus mentaati peraturan tersebut.

Ieu rame Lurr.. (KELUARGA DI INGGRIS NGAJUAL UDARA PAKE STOPLES KE CHINA WEEHHH..)

Regulasi baru itu juga meminta agar publikasi online juga membawa nilai-nilai paham sosialis, serta menyebarkan ideologi, moralitas dan pengetahuan yang meningkatkan kualitas negara dan mempromosikan pembangunan ekonomi.

Pemerintah juga melarang publikasi online berupa konten-konten tahayul, membahayakan kehormatan negara, atau mengancam moralitas sosial, selain juga berita-berita negatif lainnya.

“China ingin memastikan segalanya dilokalisasi, sebagai cara membentengi diri dari campur tangan asing dan agar memiliki yuridiksi mengontrol server jika diperlukan,” kata Rogier Creemers yang telah lama mempelajari kebijakan media di China di Universitas Oxford. (.id/BBS/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2336087″]

[socialpoll id=”2334877″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.