BARACK OBAMA MENGAKU CAPE BERFOTO SELPIE

“Tidak ada . Saya katakan pada kalian sebelumnya. Satu hal ini yang harus berubah,” kata dia.

Presiden Amerika Serikat mengaku lelah ber-selfie. Dia sekarang hanya ingin berjabat tangan dan menghindari berfoto dengan para penggemarnya. Hal ini disampaikan Obama dalam sebuah pidatonya di Illinios, Rabu lalu seperti dikutip TIME, Jumat (12/1). Sebelum memulai pidato, dia menegaskan bahwa tidak ada selfie lagi.

Dalam pidato di Illinois, Obama mengatakan jika selfie sudah populer delapan tahun lalu saat dia mencalonkan presiden, mungkin dia akan berpikir untuk mencari pekerjaan lain. “Jika sudah ada smartphone saat saya jadi mencalonkan diri jadi presiden, saya tidak yakin akan maju karena banyak orang akan menggunakan ponsel,” kata Obama.

Menurut Obama, dengan selfie tidak ada lagi jabat tangan dan semua perkataannya seakan diabaikan. “Mereka tidak menjabat tangan saya lagi. Seperti ‘Hey! Saya di sini! Langsung! Di depanmu!’ jadi kami tidak selfie lagi, tapi saya ingin menjabat tangan sebanyak mungkin,” ujar Obama.

Ieu rame Lurr.. (DI MANA SAJAH LOKASI SELFIE YANG PALING MEMATIKAN?)

Ponsel pintar dengan kamera depan yang digunakan selfie memang belum ada di saat awal Obama kampanye dulu. Sebagai contoh, iPhone besutan Apple baru memiliki fitur ini pada Juni 2010. Saat ini hampir mustahil menemukan ponsel pintar tanpa kamera depan, bahkan teknologinya kini lebih canggih.

Obama sendiri pernah terlibat skandal saat dia selfie dengan pemain baseball David Ortiz pada tahun 2014. Foto selfie Obama-Ortiz menjadi masalah karena digunakan sebagai alat pemasaran Samsung, membuat Gedung Putih berang. Otiz memang terlibat kontrak untuk mempromosikan produk Samsung, namun dia mengaku selfie dengan Obama adalah tindakan spontan, bukan untuk iklan.

Foto selfie Otiz dan Obama diretweet 42 ribu kali, termasuk oleh Samsung yang memiliki 5,2 juta pengikut. (.id/BBS/CNNIndonesia.com)

[socialpoll id=”2332314″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.