BILL GATES HAFAL NO PLAT KENDARAAN SEMUA PEGAWAINA | WEEHH..

Bagi sebagian orang, menghafal nomor pelat kendaraan pegawai kantor mungkin terdengar aneh. Tapi bagi pendiri Microsoft sekaligus orang terkaya di dunia , hal itu justru signifikan dilakukan.

“Saya dulu hafal nomor pelat kendaraan semua orang (di Microsoft),” kata dia, sebagaimana dilaporkan Telegraph, Selasa (2/2/2016).

Bukan tanpa alasan, Gates melakukan itu agar bisa memonitor kapan para pegawai tiba dan meninggalkan kantor setiap harinya. Menurut dia, cara itu efektif mendorong kedisiplinan pegawai.

Gates memang dikenal sebagai bos paling keras sekaligus negosiator ulung. Ia akan memantau tiap pergerakan yang dilakukan para stafnya.

Semua itu, kata dia, dilakukan semata-mata agar Microsoft tak kalah bersaing dengan para kompetitor. Tak heran, perusahaan yang ia rintis sejak 1975 kini menjadi salah satu raksasa kuat di industri teknologi.

Jangankan pada pegawai, pada diri sendiri saja Gates tak mau manja. Ia tak terlalu mementingkan kebutuhan libur atau cuti. Bahkan, Gates memperlakukan akhir pekan sama dengan hari biasa. Ia tetap bekerja.

Ieu rame Lurr.. (PEMUDA JERMAN DAKI PUNCAK PIRAMIDA GIZA NGAN 8 MENIT | WEWW..)

Kehadiran Melinda Gates

Namun seiring bertambahnya usia, Gates pun sadar pekerjaan bukan segalanya. Setiap manusia butuh hidup yang seimbang. Antara karir, sosial, dan asmara. “Saya seharusnya lebih pelan memberlakukan standar saya ke mereka (pegawai) yang sudah bekerja keras,” kata Gates di hari tuanya.

Terlebih, setelah Gates mengenal istrinya Melinda Gates, ia jadi lebih lembut dan manusiawi. “Saya dulu tak percaya dengan hari libur sampai saya bertemu Melinda dan mengganti prioritas saya,” kata dia.

Lebih filantropis

Bersama istrinya, Bill Gates kemudian membentuk “Bill & Melinda Gates Foundation” pada 2000 silam. Program-programnya berkaitan dengan aksi sosial dalam berbagai sektor, utamanya menyangkut pendidikan, teknologi, lingkungan, dan kesehatan. Pada 2007, Gates dan istrinya dinobatkan sebagai filantropis kedua paling dermawan di Amerika Serikat setelah Warren Buffet pada posisi pertama.

Tak hanya berdua dengan Melinda, Gates juga belakangan menggandeng musisi kawakan Bono dari band U2 untuk melakukan aksi filantropis. Kala itu, pada 2005, Gates sedang mencari mitra untuk menjalankan program kesehatan dunia.

Sahabat sekaligus co-founder Microsoft Paul Allen menyarankan Gates bertemu Bono. Awalnya Gates tak terlalu menggubris saran Allen. “Saya pikir seorang musisi tak akan terlalu mengerti persoalan kesehatan global,” kata dia. “Tapi akhirnya kami bertemu dan punya visi yang sama,” ia menambahkan.

Hingga kini, “Bill & Melinda Gates Foundation” masih menjadi yayasan privat terbesar di dunia. Semua program lintas sektor masih terus dijalankan. Gates pun rutin merogoh duit pribadinya untuk disumbangkan dan disalurkan ke program-program sosial lewat “Bill & Melinda Gates Foundation”.

Pada 2015 lalu, Gates menyumbangkan 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 19 triliun duit pribadinya untuk berderma lewat yayasan sosialnya. Nilai itu menjadikannya (lagi-lagi) sebagai pemimpin industri TI paling dermawan di dunia. (.id/BBS/Nextren.com)

[socialpoll id=”2328814″]

[socialpoll id=”2322097″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.