CERITA DI BALIK PERGANTIAN NAMA KUKAR ROCKIN’ FEST MENJADI ROCK IN BORNEO

Memasuki tahun kelimanya, Kukar Rockin Fest yang menjadi salah satu pesta musik rock terbesar di Pulau Kalimantan, kini resmi berganti identitas menjadi Rock in Borneo. Diselenggarakan pada 26 Maret mendatang, Rock in Borneo bakal bertempat di Lapangan Panahan Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Akbar Haka, vokalis dari band Kapital sekaligus pihak penyelenggara Rock in Borneo, membeberkan alasan dibalik pergantian nama tersebut. “Sebab kami pikir ini bukan lagi hanya sebuah pesta musik keras kebanggaan masyarakat Kutai Kartanegara, namun ini adalah event yang mewakili seluruh pecinta musik rock di Kalimantan,” jelas Akbar lewat surel.

Pergantian nama festival tidak membuat konsep acara juga turut berubah. Rock in Borneo sebagai festival musik rock masih memiliki muatan edukasi di dalamnya. Dukungan dari pihak pemerintah setempat, khususnya bupati Rita Widyasari, pun masih mengalir deras.

Saat ditanya bagaimana peran Rock in Borneo terhadap kancah musik Kalimantan, Akbar mengatakan, “dalam segi edukasi pertunjukkan hiburan kami rasa cukup berhasil menaikkan standard tontonan masyarakat lokal terutama yang dari pedalaman,” katanya. “Dengan digelar [secara] gratis akhirnya saudara kami yang jauh dari hulu sungai pun banyak yang datang dan bisa melihat sebuah show bertaraf internasional.”

Akbar menambahkan Rock in Borneo secara tidak langsung telah memengaruhi selera bermusik masyarakat Kalimantan. Menurutnya festival tersebut juga telah menjadi sebuah wadah bagi industri kreatif Kalimantan dari musik hingga bisnis clothing yang kian menjamur.

 

rockin borneo

 

Rock in Borneo 2016 bakal menghadirkan band pop ternama asal Denmark, Michael Learns to Rock, sebagai musisi tamu utamanya. Pemilihan band ini menjadi sedikit pertanyaan mengingat di tahun-tahun sebelumnya, Rock in Borneo selalu menghadirkan band rock macam FireHouse hingga Testament.

Ieu rame Lurr.. (

“Kami mencoba mengambil resiko untuk memperlebar target crowd yang hadir, harapan kami masyarakat umum di luar pecinta musik rock juga akan datang,” kata Akbar. “Salah satu cara untuk membuat crossing crowd yang hadir kami memasukkan beberapa dengan genre yang berbeda, seperti salah satunya Steven Jam (reggae),” lanjutnya.

 

 

Selain Michael Learns to Rock, Rock in Borneo 2016 bakal menghadirkan deretan musisi tanah air dari berbagai aliran musik juga daerah. Mereka yang sejauh ini sudah diumumkan di antaranya adalah Powerslave (Semarang), Kapital (Kutai Kartanegara), Hellcrust (Jakarta), Taring (Bandung), Down for Life (Solo), Undergrace (Toraja), Karat (Malang), hingga Steven Jam (Jakarta). (.id/BBS/Rollingstone.co.id)

 

[socialpoll id=”2334310″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.