DIKRITIK JURNALIS RUSIA, RIDWAN KAMIL ANGKAT SUARA

Seorang jurnalis, sekaligus novelis asal Rusia bernama Andre Vitchek melontarkan kritik pedas terkait dinobatkannya Kota Bandung sebagai salah satu jaringan kota kreatif UNESCO. Wali Kota Bandung sudah mengetahui tentang kabar tersebut. Dia mengaku tak terlalu menggubris kritikan yang sudah menjadi viral di dunia maya itu.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan Andre memang terkenal kerap menjelekan Indonesia. Kritikan keras itu dia tuangkan dalam blog miliknya.

“Baca blognya. Jurnalis itu hobinya mengkritik mengejek Indonesia. Jakarta disebut kota paling fasis sedunia. Surabaya diejek sebagai religius gagal yang macam-macam. Jadi dia mah gayanya begitu kepada kota-kota di Indonesia. Jadi Bandung bukan kota pertama,” kata Emil di Sasana Budaya Ganesha, Kamis (11/2/2016).

Menurut pengamatan Emil, 30 persen isi blog Andre hanya memuat makian terhadap sejumlah kota di Indonesia.
“Kota-kota Indonesia, Orde Baru dan sebagainya. Jadi saya kira lihat dulu latar belakang itu,” ungkap Emil.

Bandung, kata Emil, dipilih sebagai jaringan kota kreatif oleh UNESCO lantaran memenuhi kriteria sebagai kota kreatif menurut PBB. Selain itu, poin penilaian Andre dinilai tak objektif. Pasalnya, tiap kota memiliki kultur budaya masing-masing dan tak harus mengikuti gaya barat.

“Yang menilai Bandung kota kreatif kan bukan kata siapa. Tapi dari PBB yang punya standar, bukan dari kacamata barat. Harus ada gedung konser, kan di kita belum tentu kebudayaannya membutuhkan gedung konser yang sifatnya orkestra,” papar Emil.

“Jadi artinya ukuran kreatifitas itu relatif. Saya selalu nerima kritikan tapi saya juga dengan jernih bahwa di setiap kritikan dijawab dengan kerja saja,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, program yang tengah berjalan di Kota Bandung seperti, creatif center di Laswi, inovation centre di Kiaracondong, kerjasama pemasaran produk UMKM dengan Facebook danconcert hall di Cikutra bisa menjadi jawaban atas kritikan tersebut.

“Kalau barang sudah jadi itu jawaban saya terhadap kritikan. Dulu Bandung dihina disebut city of pig, kotor, saya terima apa adanya. Dua tahun berjalan, kita dapat adipura. Hilang julukan  itu. Jadi Kritikan dijawab dengan kerja,” tegas dia. (.id/BBS/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2336084″]

[socialpoll id=”2335908″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.