DIPINGPONG SAAT SIDAK DI RSUD, ANGGOTA DPRD MAMUJU UTARA “NGAMUK” | WEISSS…

Seorang anggota DPRD Mamuju Utara, Sulawesi Barat berang hingga menggebrak meja lantaran kehadirannya saat meninjau RSUD Ako tidak mendapat tanggapan sebagaimana mestinya.

Kedatangan Ikram Ibrahim, anggota DPRD Mamuju Utara ini adalah untuk mengklarifikasi dugaan malapraktik yang menimpa pasien di rumah sakit milik pemerintah daerah ini.

Dugaan malapraktik ini menimpa Aqifah Putri bayi berusia 11 tahun, yang meninggal dunia usai mendapat perawatan dan disuntik di rumah sakit itu.

Ikram berang lantaran merasa di-“pingpong” dan dipermainkan petugas rumah sakit saat hendak bertemu direktur dan jajaran manajemen RSUD Ako.

Awalnya Ikram diarahkan petugas ke salah satu ruangan yang belakangan diketahui ternyata kosong dan tertutup.

Alhasil, emosi Ikram memuncak, sejumlah pegawai rumah sakit yang menghampirinya dihadiahi makian hingga dia sempat terlibat cekcok dengan salah seorang staf rumah sakit.

Ieu rame Lurr.. (TAH IEU 3 RUMAH SAKIT TEMPAT OPERASI KORBAN PERDAGANGAN GINJAL)

Ikram yang sempat merazia sejumlah ruangan pegawai rumah sakit mendapati sejumlah pegawai hanya duduk santai sambil bercakap-cakap.

Ikram bahkan sempat menggebrak meja perawat hingga mengundang perhatian pegawai dan pengunjung rumah sakit.

Tak puas dengan mengebrak meja, seluruh ruangan pun disisir untuk mencari jajaran direksi rumah sakit.

Tak lama setelah Ikram mengamuk, beberapa pejabat rumah sakit datang termasuk dokter yang menangani Aqifah termasuk ketua komite medik RSUD Ako.

Kehadiran jajaran petinggi rumah sakit itu secara perlahan mampu menenangkan suasana. terutama setelah Ikram mendapatkan penjelasan terkait kasus meninggalnya Aqifah.

Setelah mendengarkan penjelasan itu, Ikram mengaku kecewa dengan buruknya kinerja RSUD Ako.

Dia menambahkan, dengan pelayananan yang buruk seperti ini wajar jika rumah sakit setiap hari rumah sakit ini mendapat protes dari pasien dan keluarganya. “Kita sesalkan pelayanan publik rumah sakit lamban dan terkesan tidak profesional. Ke depan ini yang akan kami kritisi karena sudah berulang kali diprotes warga,” kata Ikram. (Bobotoh.id/Kompas.com)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.