DONALD TRUMP DIKEROYOK DALAM DEBAT PARTEI REPUBLIK | CK..CK..CK…

Donald Trump dikeroyok oleh Marco Rubio dan Ted Cruz dalam debat kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada Kamis malam (25/2). Ini jadi kesempatan terakhir pada para kandidat untuk merebut simpati jelang Super Tuesday, 1 Maret mendatang.

Dalam debat yang diadakan CNN di Houston, Rubio dan Cruz yang berdiri mengapit Trump terlihat agresif menyerang taipan real estate itu dibanding beberapa penampilan sebelumnya.

Rubio menghantam Trump mulai dari soal imigrasi hingga kebijakan luar negeri, jaminan kesehatan dan praktik kepegawaian. Hantaman Rubio ditimpali oleh Cruz yang sama-sama ingin melemahkan Trump.

Berada di tengah, Trump menyebut Rubio sebagai “seniman yang tercekat”–menggambarkan kegugupan Rubio–sedangkan Cruz adalah “seorang pembohong”. CNN dalam laporannya menyebut ini adalah penampilan paling panas Rubio dalam debat.

“Kau adalah satu-satunya orang di panggung ini yang pernah didenda karena mempekerjakan orang untuk proyek ilegal,” kata Rubio dalam sebuah serangannya pada Trump.

Rubio menuduh Trump telah mempekerjakan secara ilegal para pekerja asal Polandia untuk proyek pembangunannya. Trump mengatakan bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu.

“Saya kira ada batasan soal kebohongan,” ujar Rubio lagi.

Rubio kemudian mengejek Trump yang dituding memiliki “sekolah palsu”, merujuk pada gugatan hukum terhadap Trump University yang dianggap melakukan penipuan.

Trump menimpali pernyataan Rubio ini dengan serangan balik: “Dia adalah pria yang membeli rumah seharga US$179 ribu, lalu menjualnya kepada pelobi, yang kemungkinan hadir di sini, seharga US$380 ribu.”

 

 

 

Rubio kemudian mengungkit empat kasus pailit Trump di masa lalu. Menurut Senator Florida ini, Trump tidak akan berjaya seperti sekarang jika bukan karena warisan keluarganya.

“Jika dia tidak mewarisi US$200 juta, kalian tahu di mana akan berada sekarang? Menjual jam tangan di Manhattan,” ujar Rubio.

Trump berulangkali menyebut dirinya pendukung Israel nomor wahid di antara kandidat Republik lainnya. Namun dia menolak untuk melabeli Israel dan Palestina sebagai pihak yang baik atau buruk.

“Posisi yang kau ambil adalah anti-Israel,” kata Rubio.

Ketika Trump mengatakan bahwa dia hanyalah seorang “juru runding”, Rubio melakukan pukulan telak: “Palestina bukan perundingan real estate, Donald.”

Sementara Cruz yang mengincar kemenangan di Texas dalam pemilihan Selasa mendatang juga menyerang Trump. Dia mengatakan bahwa Trump bukanlah pesaing kuat untuk menghadapi kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton karena Trump pernah menyumbang untuk Yayasan Clinton yang didirikan oleh Bill Clinton.

“Donald kau memberikan US$100 ribu kepada Clinton Foundation,” ujar Cruz. Pertarungan ketiga orang itu seakan membuat dua kandidat lainnya tenggelam, yaitu John Kasich dan Ben Carson. Menyadari hal ini, Carson bahkan mengatakan: “Bisakah seseorang menyerang saya?”

Debat ini menjadi kunci untuk memenangkan suara dalam Super Tuesday pekan depan. Pada tanggal 1 Maret mendatang, 12 negara bagian dan satu teritori AS akan melakukan pemilihan kandidat calon presiden serentak.

Total ada 595 delegasi Republik yang diperebutkan Selasa pekan depan, 25 persen dari jumlah keseluruhan, yaitu 1.237, untuk kemudian maju ke pemilihan berikutnya di Konvensi Nasional.

Sejauh ini Trump memimpin pertarungan kandidat calon presiden dengan 81 delegasi, disusul oleh Cruz dan Rubio yang tertinggal jauh, yaitu masing-masing 17 delegasi. (.id/BBS/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2320645″]

[socialpoll id=”2335908″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.