DUH EUY ! ASISTEN PELATIH PERSERU JUALAN SOTO ! CC : PSSI & MENPORA !!

Konflik antara PSSI dan Pemerintah kembali memakan korban. Kali ini , terpaksa banting setir menjadi pedagang soto di Kepanjen, Kabupaten Malang. Hal itu Ia lakukan demi menyambung hidup dan membiayai anak istrinya. Maklum saja, Choirul hanya mengandalkan uang dari keringatnya di bidang sepak bola.

“Saya hanya menggantungkan hidup dari sepak bola. Istri juga tidak bekerja. Apalagi tabungan kami makin menipis untuk makan sehari-hari. Sebelum semua uang habis, akhirnya saya memutuskan untuk buka warung soto ini,” ungkap Choirul Huda dikutip bola.com.

Ieu Rame Lur : Indonesia Jalan Ditempat, Disaat Negara Lain Lulumpatan !

Choirul mengaku tidak mempunyai keahlian dalam memasak. Sampai-sampai Ia harus private kepada ibu tercintanya agar bisa memasak soto Lamongan. “Ada desakan dari istri dan keluarga besar untuk mencari penghasilan lain, lalu saya memberanikan diri banting setir. Jujur saja, saya tak punya keahlian memasak. Akhirnya ibu saya rela datang dari Lamongan ke Malang hanya untuk mengajari masak soto. Usaha ini saya anggap spekulasi, daripada kami tak dapat penghasilan sama sekali,” tutur dia.

Ia pun berharap, dengan apa yang dilakukannya ini bisa mendapat rezeki yang berkah dan warung sotonya laku. “Yang ada di benak saya bagaimana kehidupan keluarga tetap lancar. Soal ISC 2016, saya tak terlalu berharap karena proses menggelar ISC masih butuh waktu panjang. Tarik menarik antara pihak yang berseteru juga masih akan terjadi. Hanya tangan Tuhan yang bisa membuat sepak bola Indonesia hidup lagi,” tukasnya. (.id/HL) (Foto : Bola.com)

[socialpoll id=”2329908″]


 

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.