DUO FOLK POP SURAKARTA, JUNGKAT-JUNGKIT, REK TAMPIL DI INDIA | MANTEUB LUURRR…

Duo folk-pop asal Surakarta, Jungkat-Jungkit, ikut ambil bagian pada Festival Ethno 2016 yang akan digelar di Corbett National Park, India, pada 4-14 Maret mendatang. Acara yang mengusung konsep young musician camp ini akan mendatangkan penampil dari 13 negara, di antaranya Chile, Inggris, Belgia, Portugal, Iran, Prancis, India, dan Indonesia.

Festival Ethno adalah sebuah konser yang menampilkan jajaran musisi folk dan tradisional dari berbagai negara, dan konsisten diselenggarakan oleh Jeuness Musicales International—sebuah organisasi non-profit internasional yang menaruh konsentrasi pada perkembangan musik di kalangan generasi muda—sejak 1990. Festival ini bertujuan untuk melestarikan musik tradisional dan mengenalkan budaya negara masing-masing penampil lewat spektrum yang lebih luas.

Melalui sesi wawancara dengan Rolling Stone, Jungkat-Jungkit membeberkan, “Persiapan menuju India sudah mencapai 80 persen,” tutur Safina Nadisa—akrab disapa Adis, sang vokalis merangkap gitaris. Menurut Adis, Jungkat-Jungkit akan menampilkan konsep performa yang berbeda untuk lawatannya ke India kali ini.

“Kami bakal tampil di sana sebanyak dua kali. Pada penampilan pertama, kami akan mengenalkan budaya tanah air melalui beberapa lagu folk di Indonesia, salah satunya hit lullaby termasyhur dari tanah Jawa, ‘Lelo Ledung.’ Kedua, kami bakal berkolaborasi dengan penampil dari 13 negara tersebut pada acara puncaknya,” ujar Adis.

Meski dikenal selalu tampil dalam format duo akustik, Jungkat-Jungkit menyatakan sedang mempertimbangkan konsep kolaborasi dengan salah seorang musisi Indonesia yang berada di India.

“Ada musisi Indonesia yang mendapat beasiswa tabla di sana, dan rencananya akan kami ajak untuk berkolaborasi di beberapa lagu,” imbuhnya lagi.

 

jungkat jungkit

 

Meski mendapatkan tawaran tampil di luar negeri sebagai perwakilan musisi muda yang ditunjuk untuk merepresentasikan budaya Indonesia, Jungkat-Jungkit mengaku mengerjakan segala sesuatu untuk persiapannya secara independen. Adis menuturkan, “Kami mengurus segala sesuatunya berdua—bersama Said Abdullah, sang gitaris—saja. Mulai dari tiket, cari sponsor dan visa. Untungnya, ada donatur dan sponsor yang bersedia membantu. Tapi kami masih harus menutup beberapa hal, maka dari itu kami membuat support campaign.”

Ieu rame Lurr.. (ICE CUBE REK AJAK N.W.A REUNI DI COACHELLA)

Sejauh ini, mereka sudah menggodok beberapa konsep kampanye dukungan untuk memenuhi kebutuhan yang akan diperlukan selama berada di Negeri Barata tersebut. Mereka akan menggelar tiga pertunjukan untuk menggalang dukungan di Kota Bengawan, membuat kampanye video yang berisi rangkaian kegiatan yang akan mereka lakukan ketika berada di India, serta merilismerchandise resmi terbatas yang akan diedarkan pada pertengahan Februari ini.

Selain turut tampil di Festival Ethno India, mereka juga berencana untuk menggelar konser mini dengan menggandeng musisi lokal. Bahkan tidak menutup kemungkinan, mereka juga akan merekam materi lagu anyar di sana.

“Itu adalah mimpi untuk band seperti kami. Beberapa idola yang kami jadikan referensi bahkan sampai jatuh cinta dengan India. Nyangkut mereka di sana. Secara musik, tampil di India itu ibarat naik haji bagi kami [tertawa],” pungkas Adis.

Untuk info lebih lanjut mengenai tur atau pembelian merchandise resmi terbatas yang khusus diproduksi sebelum bertolak ke India, bisa dikuntit melalui akun Twitter resmi Jungkat-Jungkit di sini.

Jungkat-Jungkit adalah duo folk-pop yang beranggotakan Safina Nadisa sebagai vokalis-gitaris, dan Said Abdullah pada departemen gitar. Meski baru berusia tiga tahun, kedua personel Jungkat-Jungkit ini tergolong kaya pengalaman dalam kancah musik Kota Bengawan.

Safina Nadisa sebelumnya tergabung dalam unit acid-jazz lokal bertajuk Sparkling Aurora, sekaligus bekerjasama dengan Gonz Band, 3M, dan salah satu ikon musik kontemporer, mendiang I Wayan Sadra—yang kemudian menjadi salah satu elemen fundamental dalam pembentukan tona vokalnya yang khas. Sedangkan latar belakang Said Abdulah, lebih banyak berkecimpung dengan musik blues. Ia pernah mengisi departemen vokal-gitar bersama kuartet blues, Aeroblues, dan sangat terpengaruh oleh kocokan beberapa gitaris besar dunia macam Jimi Hendrix, B.B King, Stevie Ray Vaughan, hingga Ritchie Blackmore.

Pada 2014 lalu mereka melepas single bertajuk “Kuku” yang merupakan penggalan puisi karya penyair muda—yang juga berasal dari Solo—Adimas Immanuel. Sembari menyiapkan materi album baru yang rencananya dirilis tahun ini, mereka juga sudah menyambangi beberapa festival musik di Jakarta, Yogyakarta, Purwokerto, dan Surabaya.

Jungkat-Jungkit sempat menarik perhatian publik ketika didaulat menjadi satu-satunya penampil musik dalam pesta pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda pada Juni 2015 lalu. (.id.BBS/Rollinmgstone.co.id)

[socialpoll id=”2334310″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.