EH, DI CIREBON MAH DITILANG TÉH AYA TARIFNA LUR !

Meme berisi Kota tengah marak di jejering sosial. Masyarakat menilai anggota kepolisian terlalu “rajin” menilang pengendara. Sekadar informasi, memiliki dua kepolisian yaitu Polres Kabupaten dan Polres Kota. Sehingga kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial, memungkinkan terjadi di dua wilayah tersebut.

Meme Cirebon Kota Tilang yang diunggah di media sosial. (Facebook)

Taufik Hidayat, salah satu warga, memaklumi jika Cirebon dijuluki kota tilang. Karena, hampir tiap hari ada razia kendaraan bermotor. Razia tersebut dilakukan di beberapa sudut kota dan kabupaten, terutama wilayah perbatasan. “Jangankan ada razia resmi seperti razia zebra atau lodaya. Tidak ada razia yang diinstruksikan dari pusat saja, mereka () setiap hari pasti melakukan razia,” ujar Taufik, Rabu (3/2/2016) dikutip dari metrotvnews.

Ieu rame lur: MENENJO MESJID SEOUL CENTER, MESJID SEJARAH DI KOREA !

Begitu juga disampaikan Agus, menurutnya, selain melakukan razia yang dilakukan di jalan raya, tidak sedikit polisi di Cirebon yang bertugas di pos polisi, melakukan razia yang tidak jelas kelegalannya. Salah satu pos polisi yang sering melakukan razia adalah pos polisi depan Grage Mall. “Pos Polisi di depan Grage Mall paling sering melakukan razia, enggak tahu legal atau tidak. Kalau penindakan, mereka pasti memberhentikan yang kelihatan pelanggarannya, tapi kalau ini tidak. Kaya razia pada umumnya,” ujar Agus.

Agus juga menyayangkan pihak kepolisian yang sepertinya benar-benar mencari mangsa untuk ditilang. Karena dirinya juga pernah melihat polisi yang sengaja bersembunyi di balik becak, agar bisa menghentikan pengendara yang akan ditilang. “Lucu, kok, sampai sebegitunya polisi di Cirebon,” ujar Agus.

Ridwan, salah satu warga Cirebon, mengatakan, tidak semua polisi bertindak seperti itu. Dirinya juga menyayangkan nama Cirebon jadi tercoreng akibat peristiwa tersebut. Menurutnya, masih banyak polisi di Cirebon yang jujur dan benar. Namun, masalah ini juga bisa dijadikan bahan intropeksi kepolisian. “Salah satunya, kalau masyarakat minta surat tugas, jangan dibentak. Polisi juga jangan terkesan menekan masyarakat saat proses komunikasi,” ujar Ridwan. (.id/RF)

[socialpoll id=”2326898″]


 

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.