FESTIVAL BABI DIPROTES, PANITIA KLAIM MEUNANG IJIN TI PULISI

Kegiatan berjalan seperti normal, hari ini masih jalan. Karena kami sudah dapat izin dari polisi untuk gelar kegiatan,” ujar ketua penyelenggara festival, Firdaus Adinegoro, Jumat (5/2/2016).  Menurut Ketua Komunitas Kuliner Semarang ini, penyelenggaraan pork festival sengaja dipersiapkan untuk menyambut hari raya Imlek.

Ieu rame Lurr.. (PRIA CHINA ‘PELIHARA’ 6 METER CACING DALAM USUSNYA! | WAW..WEW.WOW..)

Kegiatan ini juga tidak diumumkan secara terbuka. Firdaus membantah jika kegiatan tersebut diumumkan dengan menggunakan poster dan spanduk. Tak dipublikasikannya acara ini adalah menghormati warga lainnya dan acara ini murni ditujukan untuk kalangan terbatas.

“Ini sebetulnya internal. Makanya kami tidak pernah sebar pengumuman di publik,” kata Firdaus. “Kami menghormati umat Muslim, makanya kami memilih nama yang jelas. Kami tidak ingin mendengar cerita makanan mengandung babi atau apa, ini biar jelas, segmentasi pasar juga jelas intern,” tambah dia.

Penyelenggara juga telah memerintahkan petugas di pintu masuk untuk mengingatkan pengunjung yang beragama Islam untuk tidak mencicipi makanan untuk menghindari kesalahpahaman. Kegiatan pork festival ini digelar mulai Kamis (4/2/2016) hingga hari Imlek yang jatuh pada Senin (8/2/2016).

Budayawan Semarang Tubagus P Svarajati mengingatkan masyarakat untuk tidak heboh dengan festival yang tengah digelar ini. Kepada panitia, ia juga minta dipasang agar festival disertai tulisan ‘makanan yang disajikan haram bagi umat Muslim’. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2326259″]

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.