HANYA FOTO GUSDUR NU DIPAJANG DI KLENTENG BOEN BIO | HMMM…

Melalui Keppres tentang Pencabutan Intruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China itu, Gus Dur telah membuktikan bahwa dia adalah Bapak Bangsa, yang berdiri di atas semua kepentingan dan golongan.  kata juru kunci Klenteng Boen Bio, Liem Tiong Yang.

Di salah satu tempat peribadahan khusus umat Konghucu tertua di Surabaya, Klenteng Boen Bio, hanya ada satu foto yang terpajang. Bukan gambar dewa, tokoh Konghucu atau Tionghoa, melainkan foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Foto Gus Dur berkopyah itu terpajang di salah satu sudut dinding klenteng sejak 2009. Hingga saat ini, foto tersebut masih terpajang dan tidak akan diturunkan. “Dipasang sejak Gus Dur wafat pada 2009, sebagai bentuk penghormatan kami kepada beliau,” ujarnya, Kamis (4/2/2016).

Figur Mantan Presiden RI keempat itu oleh jemaat Konghucu Klenteng Boen Bio dianggap Bapak Bangsa yang sangat berjasa bagi eksistensi umat Konghucu di Indonesia. “Gus Dur melalui Keppres Nomor 6 Tahun 2000 yang dikeluarkannya membuka keran hak sipil warga Tionghoa,” kata dia.

Ieu rame Lurr.. (JAM TANGAN APPLE PERSI IMLEK MULAI DIJUAL 15 JANUARI LURR..)

“Foto tersebut akan dipajang selamanya di Klenteng Boen Bio,” tegas dia. Klenteng yang dibangun pada 1883 itu, beberapa hari terakhir ramai dikunjungi umat Konghucu. Mereka datang untuk sembahyang dan ritual menyambut tahun baru Imlek, dari sembahyang tolak bala atau Ciswak, mengantar para suci ke kahyangan, hingga ritual membersihkan klenteng untuk menyambut tahun baru Imlek.

Klenteng Boen Bio dibangun sebagai bentuk perlawanan pedagang Tionghoa Surabaya atas upaya monopoli ekonomi penjajah Belanda di Surabaya sebelum tahun 1883. (Bobotoh.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.