IBUNDA ANAK BALITA GIZI BURUK: “SAYA MINTA, TOLONGLAH ANAK SAYAH…”

Sungguh malang nasib Fesilita Hilidayanti Telaumbanua, seorang anak berusia dua tahun, yang tubuhnya hanya terlihat tinggal kulit membalut tulang. Berat badannya pun hanya 4,5 kilogram, jauh dari berat badan ideal anak seusianya.

Balita asal Desa Hoya, Kecamatan Sidua Ori, Kabupaten Selatan, Sumatera Utara, ini mengalami . Kondisi fisik Fesilita sangat memprihatinkan. Untuk makan saja, dia tidak kuat dan untuk duduk pun tidak bisa.

Sang ibu, Festina Ndruru, hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

“Saya minta, tolonglah anak saya,” katanya lirih di ruang rawat Klinik Santa Margaretha, Kamis (25/2/2016).

Sambil berlinang air mata, Festina hanya bisa termenung memandangi buah hatinya.

Pengasuh Yayasan Karya Faomazi Zoaya, Suster Klara Duha, menyebutkan, kondisi ekonomi orangtua Feslita sangat memprihatinkan.

“Jangankan untuk membeli obat atau susu, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah,” katanya.

Karena itu, sebut Klara, Fesilita pun diserahkan kepada pihaknya untuk bisa dirawat.

Gizi buruk tidak hanya menimpa Fesilita. Menurut dia, sejak Januari hingga Februari 2016 ini, terdapat 10 anak balita yang menderita gizi buruk yang diterima Klinik Santa Margaretha.

Bahkan, tiga di antaranya meninggal dunia akibat terlambat tertangani.

Ia mengaku heran atas ketidaktahuan pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Kepulauan Nias bahwa ada warganya yang menderita gizi buruk dan keterbatasan ekonomi.

Ieu rame Lurr.. (DUA PERWIRA TNI BAWA ANAK GIZI BURUK KE RS)

Dia mengatakan, pihaknya selalu berusaha untuk mencukupi gizi para anak balita tersebut, meski pasien yang dirawat di Klinik Santa Margaretha tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan.

“Saya hanya (mengandalkan) bantuan para dermawan. Semua sumbangsih donatur diberikan untuk biaya perawatan dan pemulihan gizi anak balita. Terkadang itu tidak cukup, tetapi dicukup-cukupkan,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, penderita gizi buruk, termasuk Fesilita, terpaksa diopname umum. Yayasan yang membayar semua pengobatanannya. Untuk itu, dia mengharapkan adanya bantuan dari berbagai pihak.

“Mohon uluran tangan untuk anak ini, baik biaya pengobatannya maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2335991″]
[socialpoll id=”2334877″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.