INI KERUSAKAN DI STADION GBLA PERSI TIM AHLI BARESKRIM | HMMM.. NAUN WAE TAH..

Kepala Satuan Kerja Perumahan Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat Priyo Susilo yang menjadi ketua tim ahli kasus dugaan korupsi GBLA bentukan Bareskrim mengatakan, posisi bangunan ambles dan menyebabkan retakan dengan ukuran 30-75 sentimeter. Dia menjelaskan, dalam proses pembangunan ada pasal yang mengatur tentang konstruksi. Dalam pasal itu, lanjutnya, kontraktor mesti memperbaiki bangunan yang rusak sesuai desain awal.

“Kalau tidak suspect itu gagal kontruksi. Kontraktor jadi wajib memperbaiki kembalikan ke gambar atau kontrak. Kalau tidak mau, itu melanggar hukum,” jelas dia.

Kondisi fisik Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tampak memprihatinkan. Padahal, stadion berkapasitas 38.000 penonton itu belum sempat digunakan digunakan untuk menggelar ajang olahraga besar. Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Anang Iskandar bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil serta Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto, meninjau kondisi fisik stadion, Rabu (10/2/2016).

Ieu rame Lurr.. (ALHAMDULILLAH ! BARESKRIM POLRI MEMÈRÈ IZIN PENGGUNAAN GBLA !)

Dari pantauan tersebut, sejumlah bagian bangunan terlihat mengalami keretakan. Bahkan, ada rekahan besar di bagian pintu masuk utama stadion. Kondisi itu disebabkan fondasi bangunan bergeser lantaran tanah yang digunakan merupakan lahan bekas rawa yang labil.

Priyo menunjukan sejumlah kerusakan. “Ada penurunan tanah ke bawah dan lateral ke samping. Tanah bergeser ini pak,” kata Priyo sambil menunjukan rekahan di bagian lantai di pintu utama stadion. “Kalau dia bergeser terlalu jauh, terlalu lari, nanti menggangu rumah sebelah, bisa retak,” tambahnya.  (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2327476″]

[socialpoll id=”2326477″]

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.