INTEL AS: ISIS TAHUN INI BAKAL SERANG AMERIKA SERIKAT

kemungkinan akan berupaya melancarkan serangan lagi di Eropa, dan berusaha mengarahkan serangan ke Amerika Serikat tahun 2016,” kata Letnan Jenderal Vincent Stewart, Direktur Dinas Intelijen Pertahanan AS, dalam rapat dengar pendapat Komite Angkatan Bersenjata Senat (SASC) di Capitol Hill, Rabu.

Pejabat tinggi intelijen Amerika Serikat, Rabu (10/2/2016), mengatakan, Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS berupaya menyerang Amerika Serikat tahun ini. Kelompok teror tersebut memasuki AS dengan menyusup ke pengungsi.

Direktur Intelijen Nasional James Clapper, yang juga anggota SASC, memperkirakan bahwa para ekstremis masih aktif di 40 negara, dan saat ini lebih banyak teroris yang berlindung di tempat yang aman. Clapper memperingatkan bahwa ISIS dan delapan cabangnya merupakan ancaman teroris nomor wahid. Mereka berlindung di balik pengungsi yang melakukan eksodus dari Irak dan Suriah untuk menjangkau negara-negara lain.

Menurut Clapper, ISIS mengambil keuntungan dari arus pengungsi untuk melakukan operasi teror. Mereka juga begitu pandai dalam memanipulasi paspor sehingga bisa bebas bepergian ke mana saja sebagai pelancong legal.

Para pejuang ISIS dilaporkan telah merebut fasilitas paspor Suriah dengan mesin yang mampu membuat paspor.

Ieu rame Lurr.. (TWITTER TUTUP 125.000 AKUN ISIS | WALLAAAHH..)

Pernyataan Clapper sejalan dengan dokumen direktur intelijen nasional berjudul “Penelitian tentang Ancaman Seluruh Dunia dari Komunitas Intelijen AS”. Dokumen itu mencatat bahwa sekitar lima lusin orang yang terkait ISIS ditahan di AS selama 2015.

Clapper menjelaskan, lebih dari 38.200 pejuang asing dari 100 negara, termasuk sedikitnya 6.900 dari negara-negara Barat, pergi ke Suriah sejak 2012. Soal kampanye kontra-ISIS di Irak dan Suriah, kata Stewart, tidak mungkin bisa membebaskan kota Mosul di Irak pada 2016 ini. (/id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2331343″]

[socialpoll id=”2326477″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.