JANGAN “SAKITI” KAMI !

Jangan pernah menyinggung kami () jika ingin berkostum Persib ! Mungkin itulah kalimat yang pantas dilontarkan kepada para pemain sepak bola Indonesia yang ingin mencicipi atmosfer sepak bola Bandung dan Jawa Barat.

Banyak pemain yang tertarik untuk bergabung dengan Persib. Tapi tunggu dulu, para pesepak bola barlabel bintang sekalipun akan mendapat “seleksi” ketat dari para bobotoh jika ingin berkostum . Seleksi itu tentunya bukan dilihat dari segi teknik dan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar (meski terkadang itupun menjadi perdebatan di kalangan bobotoh). Tetapi terkait attitude si pemain di lapangan hijau. Apakah mereka pernah menyakiti bobotoh? mempunyai kasus yang tidak mengenakan dengan bobotoh? atau menyinggung para pemain ke-12 Persib ini ?! dan juga apakah pemain tersebut pernah bersitegang dengan Persib kala si pemain masih berkostum lawan.

Ya, itulah “seleksi” yang dilakukan para bobotoh untuk pemain yang akan merapat ke tubuh Maung Bandung. Tak bisa seenaknya tentunya, jangan sampai ada istilah “setelah mengejek kami dan Persib, pemain tersebut bisa seenak udel bergabung”.

Inilah yang terjadi saat ini, siapapun pemainnya, berapapu harganya, akan ditolak oleh bobotoh jika si pemain yang bersangkutan pernah menyinggung perasaan bobotoh dan mempunyai attitude yang tidak baik.

Ieu Rame Lur : Tentang Selera Pelatih !

Dejan Antonic pun dibuat tak berkutik terkait kasus Hermawan. Ia ingin sekali Hermawan mengisi lini belakang skuatnya. Bebagai cara dilakukan, dimulai dengan adanya “tanya jawab” yang dilakukan Farhan, Dejan dan juga Glenn Sugita selaku Bos Besar Persib, hingga suwon kepada para pengurus Viking Persib Club demi mematenkan nama Hermawan di daftar susunan pemain Persib 2016. Dan ini tentunya bukan kali pertama bagi Persib dan Bobotoh terkait ponolakan pemain.

Kasus serupa juga pernah terjadi saat Persib berniat mendatangkan Leonard Tupamahu bersama Noh Alam Syah beberapa tahun silam. Beruntung, Along -sapaan Noh Alam Syah- berhasil lolos “seleksi” sekalipun terkenal tempramen dan sukses membuktikan kapasitasnya sebagai seorang stiker dihadapan para bobotoh. Tetapi nasib sial menimpa Leo, Ia ditolak mentah-mentah oleh bobotoh karena kelakuannya “nyelenehnya” kepada bobotoh saat ia masih berjersey lawan.

Hal ini tentunya bisa dikatakan sebuah intervensi dari bobotoh kepapa Persib secara keseluruhan. Tetapi ingat, ini juga sebagai bentuk kepedulian bobotoh kepada jagoannya. Jika hanya sekedar sleding tackel yang pernah dilakukan pemain tersebut kepada satu dari sebelas orang pemain Persib dilapangan, itu bukan suatu masalah yang akan diperdebatkan oleh bobotoh, akan tetapi mereka melihat lebih dari itu.

Oleh sebab itu, bermain di Bandung (atau dimanapun), attitude perlu diperhatikan, karena di Bandung (atau dimanapun) sepak bola tidak hanya sekedar mengolah bola dan menciptakan gol atau mentekel lawan lalu gawang selamat dari kebobolan. Sepak bola juga harus memakai hati dan jangan pernah menyakiti kami (bobotoh) !.

Penulis :  

 

[socialpoll id=”2330117″]


 

[socialpoll id=”2330140″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.