KERACUNAN SIANIDA, 150 EKOR SAPI DI GORONTALO MATI | WALLAHHH..

“Hasilnya positif ,” kata Vivi Thayeb, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan , Rabu (10/2/2016). Pada Selasa (9/2/2016), petugas dinas menemukan seekor yang sekarat. Di dekat tubuh tersebut, terdapat botol berisi cairan yang diduga merupakan bahan kimia.

Sebanyak 150 ekor sapi mati mendadak di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Peristiwa yang menghebohkan masyarakat ini terjadi sejak Desember tahun lalu. Tidak ada kejadian tertentu yang menyebabkan ratusan sapi yang awalnya sehat itu tiba-tiba mati.

Awalnya, masyarakat tidak menaruh curiga saat ternak mereka tiba-tiba mati. Bagi mereka, matinya sapi-sapi itu dianggap wajar karena diduga sakit atau penyebab lain. Namun, semakin hari masyarakat mulai bingung dengan makin banyaknya sapi yang sekarat dan tidak lama kemudian mati di ladang atau di sawah.

Ieu rame Lurr.. (CICIPI “KOPI SIANIDA” DI WARKOP 588, WANI LURR…?)

Mereka mencari tahu penyebab matinya ternak mereka, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan. Pada kematian sapi yang ke-86, akhirnya warga Bongomeme melaporkan masalah tersebut kepada pemerintah setempat.

Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Kabupaten Gorontalo akhirnya turun tangan. Mereka mengundang petugas dari Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi selatan, untuk melakukan pengujian di lapangan.

“Kami akan periksa sisa cairan itu di laboratorium lagi. Kalau wabah penyakit, kita akan tangani, tetapi kalau keracunan sianida, itu bukan lagi ranah dinas,” ujar Vivi. “Kami akan membuat surat edaran kepada camat dan BP3K se-Kabupaten Gorontalo agar masyarakat tidak mengikat sapi tanpa pengawasan pemilik. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian,” kata Vivi. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2326477″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.