KETIKA CHARIS & SAAT GERBONG RD TIBA, SANG LOKOMOTIF TAK JUA MUNCUL !

eko

Jangan sampai kebencianmu terhadap pemain rival melebihi rasa cintamu terhadap klub. Barangkali itulah yang bisa dijadikan pegangan oleh para yang tengah galau ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa coach Dejan memiliki selera yang tak sesuai dengan kebanyakan , pemain-pemain pilihan Dejan kerap menuai kontroversi karena ternyata beberapa pemain terlanjur dianggap “rival” oleh sebagian .

Namun ketika pilihan-pilihan tersebut terbukti tepat di masa yang akan datang rasanya bobotoh memang lebih pas fokus terhadap klub secara keseluruhan dan mengapresiasi siapapun yang berperan terhadap prestasi klub.

Ieu Rame Lur : Jangan “Sakiti” Kami !

Tak mudah memang, tapi sudut pandang pemain pun harus menjadi pertimbangan, bukan hal yang sulit bagi pemain ketika dia “bermain hati” seiring berubahnya klub yang dia bela. Saya merasakan betul suasana itu ketika dahulu Charis Yulianto bergabung dengan PERSIB, saat pertama kali Charis menghirup udara kota kembang bisa jadi saya menjadi salah seorang yang berbincang dengannya, saya ingat saat-saat itu, Charis menggunakan innova abu metalik bersama istri dan anaknya, kecanggungan memang ada karena saat itu Charis sangat identik sebagai benteng tangguh Persija Jakarta. Namun seiring waktu ternyata pemain tahu diri di mana dia berada dan klub mana yang membayarnya, alhasil warna oranye itu perlahan membiru.

Kejadian serupa muncul lagi beberapa tahun kemudian, ketika pemain-pemain yang identik dengan selera Rahmad Darmawan (RD)-pelatih Persija saat itu, berbaju biru diawal musim. Nama-nama seperti Aliyudin, Nasuha, Tony Sucipto dkk telah merapat ke kota kembang. Memang ada riak juga saat itu, versi lebay mengatakan akan ada Persijasisasi di PERSIB, namun apa yang terjadi? Seiring waktu pemain-pemain tersebut tak terstigma seperti awal kedatangan, terlebih ternyata RD tak jua hadir di kota kembang. Terkait gagalnya RD merapat memang menjadi kisah tersendiri, karena kegagalan tersebut memang benar-benar di luar dugaan, ketika gerbong-gerbong tiba terlebih dahulu, sang lokomotif justru tak muncul….seiring waktu spekulasi pun mereda, memang hanya waktu yang mampu menetralisir hal-hal seperti ini. (Eko Noer Kristiyanto alias )

 

*Penulis adalah Redaktur Senior di Bobotoh.id


 

 

Jika bobotoh mempunyai tulisan dan ingin ditayangkan di website bobotoh.id silahkan kirim melalui email : idbobotoh@gmail.com disertai nama lengkap, akun twitter dan foto.

Komentar

Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.