LIVE REVIEW: KONSER AFGAN JEUNG AJI KUNTO TI ROLLINGSTONE

Menyambut ulang tahun ‘ANTV’ ke-23

Dua buah bintang besar yang ditempel sebagai penghias latar panggung, sekaligus identitas stasiun televisi penyelenggara acara, ANTV, nampaknya meyimpan konotasi lain malam itu. Tidak hanya sekadar properti panggung, kedua bintang itu seakan mewakili sosok Afgan dan Kunto Aji, yang Selasa (26/1) malam kemarin tampil memukau. Keduanya memuaskan penonton tidak hanya dengan membawakan lagu mereka sendiri, tetapi juga membuat kejutan berupa kolaborasi yang membawakan lagu “Rather Be” dari Clean Bandit.

Para penonton, yang mungkin sebagian datang dari fanbase Afganisme atau ingin menonton Kunto Aji membawakan album debutnya, sudah mulai meramaikan gerbang masuk Rolling Stone Café, Jakarta, sejak pukul tujuh malam.

Afgan, yang malam itu dibalut kaus putih dengan kemeja hijau army kancing terbuka, celana hitam, serta topi fedora, akhirnya muncul memecahkan suasana canggung, membuahkan teriakan dari para penggemar wanita dan raut muka lega diantara para pengiringnya. “Katakan Tidak” menjadi lagu pembuka malam itu. “Assalamu’alaikum!” sebuah sapaan yang mungkin jarang terdengar di sebuah , keluar dari mulut Afgan Syahreza kepada para penontonnya setelah lagu, “Pesan Cinta” dibawakan.

Sebelum membawakan lagu ketiga, penyanyi bervokal lembut tersebut mengutarakan sesuatu kepada para penggemarnya yang tergabung dalam fanbase Afganisme. “Selamat ulang tahun untuk Afganisme yang ke-8. I just wanna say I love you guys, really,” ujarnya, yang kemudian disusul intro sebuah lagu yang dibawakan akustik. “Gue mau kasih kado spesial boleh, ya? Masih dalam rangka ulang tahun Afganisme, gue mau menyanyikan sesuatu yang berbeda. Baru pertama kali kita bawain di sini.”

Afgan tampak tidak bosan-bosannya memberikan kejutan, selain membawakan lagu “Hello” dari Adele dalam versi akustik. Malam itu, ia mengajak penggemarnya, Evana Amalia atau Eva yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta, berduet menyanyikan lagunya dengan Raisa, “Percayalah”. Sebuah video kolektif penggemar Afgan yang sedang menyanyikan lagunya tersebut juga diputar sebagai bentuk peramai acara selain suguhan musik.

Selain membawakan lagunya sendiri, “Cinta 2 Hati”, “Sabar’, dan hitsnya, “Sadis”, Afgan memanaskan suasana dengan membawakan lagu “Lean On” dari Major Lazer dan DJ Snake. Ia pun tidak malu-malu untuk berjoget, membuat sebagian penonton pun terajak. Dalam suasana yang masih membara, ia meninggalkan panggung dan memberikan kesempatan kepada Kunto Aji untuk melanjutkan acara.

Dibanding Afgan yang penuh aksi panggung, penyanyi yang melejit lewat ajang pencarian bakat Indonesian Idol tersebut tampil lebih santai. “Pengingat” didaulat menjadi lagu pertama yang dibawakan Aji. Disusul lagu “Akhir Bulan”, yang menjadi gurauan Aji tentang pahitnya kehidupan “anak kos” ketika sudah menyentuh akhir bulan: uang yang kunjung menipis.

Setelah membawakan lagu “Amatiran”, dimana ia sempat memandu penonton untuk menyanyikan sebagian, Aji membawakan lagu lawas dari grup musik K3S, “Bohong”. Aji pun sempat masuk terlalu cepat ketika menyanyikan refrain akhir. Koordinasi antara Aji dan pengiringnya membuktikan mereka dapat bekerja sama dengan baik begitu keduanya langsung saling menyesuaikan lagi.

Sebelum melanjutkan ke lagu “Mercusuar”, ia bercerita sedikit tentang kisah di balik lagu tersebut—dan tanpa sengaja menciptakan kejadian lucu. Sambil duduk di kursi yang tersedia di panggung, ia mengungkapkan, “Lagu ini adalah lagu terakhir yang saya tulis di album. Saya sempat ngobrol sama Mas Endah—Mas Resha dan Mbak Endah,” ujarnya cepat-cepat, yang ia susul dengan tawa kecil dan sedikit grogi, karena telah membuat kesalahan menyebut panggilan musisi Endah N Rhesa tersebut. “Katanya, lagu yang terakhir di tulis di album itu adalah lagu yang paling aktual. Aktual dalam artian paling mencerminkan diri seorang penulisnya. Kira-kira seperti apa perasaan saya ketika saya menulis album saya?”

Begitu ia selesai menyanyikannya, ia pun mengaku lagu tersebut ia dedikasikan kepada istrinya sebelum menikah dulu. Ia kemudian melanjutkan dengan membawakan lagu Andity, “Semenjak Ada Dirimu.” Aji juga menunjukkan kemampuan rap-nya dalam lagu “Ingat-Ingat Pesan Mama” dari Oppie Andaresta, yang ia gabungkan dengan “Adventure of a Lifetime” milik Coldplay.

Selesai membawakan lagu orang lain, ia akhirnya memberikan apa yang ditunggu oleh penontonnya: menyanyikan single hit-nya, “Terlalu Lama Sendiri”. Nyanyian serentak dari penonton terdengar lebih keras dibanding lagu lain, mengingat lagu tersebut memang populer belakangan ini.

Kemeja gelap dengan motif putih Aji tampak basah oleh keringat. Meski sudah lima puluh menit tampil enerjik di panggung, hal tersebut tidak membuat Aji mengakhiri pertunjukkannya. Ia memanggil kembali Afgan, yang tentu saja belum pergi, untuk kembali ke atas panggung.  Keduanya membawakan “Bawalah Pergi Cintaku” milik Afgan dan berkali-kali membiarkan penonton menyanyikan lagu tersebut.

Waktu menunjukkan nyaris pukul sepuluh, tetapi suasana kembali memanas dengan lagu “Rather Be” milik Clean Bandit. Beberapa penonton yang tadinya tampak ragu bergoyang, kini lebih yakin melihat keduanya begitu bersemangat di atas panggung. Lagu tersebut pun menjadi penampilan terakhir Aji malam itu.

Afgan pun kembali sendiri di panggung, membawakan beberapa lagu populernya, seperti “Jodoh Pasti Bertemu”, “Knock Me Out”, “Cintaku Bukan Cinta Biasa”, dan “Terima Kasih Cinta” dengan suasana romantis yang ia bangun, lengkap dengan lampu-lampu sorot berwarna merah muda dan ungu. Selesai membawakan tiga lagu tersebut, ia pun turun meninggalkan para pengiringnya di atas panggung. Dua pembawa acara menggantikannya dan memandu para penonton untuk kembali memanggil Afgan untuk menyanyikan satu lagu lagi.

Sayangnya, tidak banyak yang menangkap bahwa lagu barusan bukanlah lagu terakhir. Sebagian penonton beranjak keluar dan menyisakan spasi yang semakin luas di dekat panggung. Para penonton yang mengerti akan adanyaencore dari Afgan, merangsek ke depan dengan senang hati untuk dapat melihat penyanyi favoritnya lebih jelas, serta tentunya, berfoto lebih leluasa lagi.

Afgan pun kembali masuk ke panggung dan membawakan lagu dari album keduanya, The One, “Panah Asmara” sebelum ia benar-benar menutup penampilannya malam itu. Di akhir lagu, ia masih menyempatkan diri membantu beberapa penggemarnya melakukan selfie bersama lagi sebelum akhirnya ia benar-benar mengakhiri pertunjukkan pada pukul setengah sebelas malam.

Keintiman yang tercipta melalui setting tempat dan panggung memberikan kedua penyanyi tersebut keuntungan masing-masing. Jika Afgan sukses membuai para penontonnya dengan lagu-lagu romantis, Aji pun sukses menyambar kesempatan untuk mengenalkan isi dari album debutnya, sekaligus kisah dibalik lagunya, kepada para pendengar atau bahkan calon pendengar barunya. (.id/Rollingstone.co.id)

[socialpoll id=”2325717″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.