MENANGI TROFI GRAMMY, BAND GHOST DARI SWEDIA MERASA SANGAT TERHORMAT

Band rock/metal asal Swedia, , memenangi penghargaan 2016 untuk kategori Best Metal Performance dengan lagu berjudul “Cirice”, yang berasal dari album mereka yang berjudul Meliora. Ghost mengalahkan para pesaing berat mereka, Slipknot (dengan lagu “Custer”), Lamb of God (“512”), August Burns Red (“Identity”), dan Sevendust (“Thank You”).

Bagi Ghost, itu merupakan penghargaan Grammy pertama mereka. Siapakah mereka?

Sebenarnya, jauh sebelum kedigdayaan mereka pada Grammy Awards tahun ini, Ghost telah mencuri perhatian kancah musik rock dan metal dunia dengan konsep yang unik. Band yang lahir pada 2008 di Linkoping, Swedia, itu memiliki konsep yang unik. Identitas asli para personel band tersebut dirahasiakan.

Vokalisnya disebut Papa Emeritus. Sementara itu, personel-personel yang bermain gitar, bas, keyboard, dan drum diberi nama Nameless Ghoul. Penyandang nama Papa Emeritus sudah berganti tiga kali–Papa Emeritus I, Papa Emeritus II, dan kini Papa Emeritus III.

Ieu rame Lurr.. (PIALA GRAMMY AWARDS 2016 REK DIPASANG KAMERA GOPRO | CEKKEDOT LURR..)

Dandanan mereka, berupa pakaian dan topeng, pun menutupi identitas asli mereka. Papa Emeritus tampil bagai pemuka aliran keyakinan, sementara para Nameless Ghoul mewakili elemen-elemen api, air, tanah, angin, dan udara, dengan simbol-simbol alkemi yang tertera pada instrumen dan kostum mereka.

“Saya pikir, salah satu hal yang tak dimengerti oleh banyak orang adalah kami memilih untuk tidak mengungkapkan identitas asli kami untuk menarik perhatian,” ujar salah seorang Nameless Ghoul dalam wawancara dengan Loudwire.com pada 2013 .

“Namun, hal itu sangat tidak aneh, karena itu adalah bagian dari apa yang membuat kami dikenal. Idenya adalah selalu membuang kepribadian dan individulitas dalam bentuk modern dengan menjadi selebriti, dengan tujuan agar orang lebih berfokus pada karya seninya,” ujarnya lagi.

Musik yang dimainkan oleh Ghost juga terdengar unik dan menarik untuk dicermati.

Ke dalam musik mereka, Ghost memasukkan berbagai elemen musik mulai dari classic rock, heavy metal, doom metal, hard rock, psychedelic rock, hingga progressive rock. Kami terinspirasi dari classic rock, musik metal underground paling ekstrem, scoring film horor, hingga kehebatan emosional dari sebuah musik yang harmonis,” jelas salah satu Nameless Ghouls kepada eMusic.com pada 2013.

Dengan inspirasi tersebut, mereka telah menghasilkan tiga album penuh, Opus Eponymus (2010), Infesstisumam (2013), dan Meliora(2015).  Mereka juga mengeluarkan EP berjudul If You Have Ghosts. Dalam album itu, mereka membawakan lagu ABBA yang berjudul “I’m a Marrionette”.

Terhormat
Ghost pernah meraih penghargaan Metal Hammer Golden Gods Awards pada 2012 sebagai Breakthrough Band.
Album perdana mereka masuk nominasi Best Hard/Rock Album dalam Grammis Awards, penghargaan musik di Swedia. Namjun, bagi karier mereka, menang dalam Grammy Awards 2016 merupakan pencapaian penting.

Dalam sebuah wawancara sebelum perhelatan itu diselenggarakan, salah seorang Nameless Ghoul mengatakan bahwa mereka merasa sangat terhormat bisa menjadi salah satu nomine. “Terutama bagi kami yang merupakan band dari Swedia, rasanya sangat terhormat… Terutama karena kami bergerak dalam genre rock, di mana biasanya yang masuk nominasi adalah band dari Inggris atau AS,” tuturnya.

“Bagi kami, ini tentu saja sebuah tanda mengenai pengakuan dan sesuatu yang akan kami ingat sepanjang hidup kami,” sambungnya. Dalam pidato kemenangan singkatnya, Papa Emeritus III mengungkapkan bahwa apa yang mereka impikan menjadi sebuah kenyataan.

“Halo… kami Ghost. Terima kasih banyak untuk penghargaan ini. Tentu saja ini merupakan hal yang besar bagi kami. Dan, Anda tahu, sebuah mimpi buruk telah menjadi kenyataan. Jadi… terima kasih untuk itu semua. Terima kasih, semuanya. Sekarang, pergilah ke pesta,” ucap Papa Emeritus III. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2333301″]

[socialpoll id=”2332876″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.