MENYEDIHKAN, INTERNET WIFI DI GEDUNG PUTIH | WEEH KUNAUN..

Sebagai kantor kepresidenan sebuah negara adidaya, Gedung Putih (The White House) identik dengan teknologi canggih kelas atas, seperti selalu diceritakan di film-film. Namun, kenyataannya tidak demikian. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengakui, koneksi internet nirkabel (WiFI) di kantor sekaligus tempat tinggalnya itu sangat buruk.

“Ini (Gedung Putih) bangunan kuno, jadi banyak dead spot, WiFi suka tidak nyambung,” kata Obama seperti dikutipNextren dari Digital Trends, Rabu (10/2/2016). Istri Presiden AS, Michelle Obama, juga mengamini hal tersebut dengan mengangguk saat Obama mengatakan kekurangan itu dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV, Minggu (7/2/2016) lalu.

Tak ketinggalan, kedua putrinya, Malia dan Natasha, yang juga mengaku sering dibuat jengkel dengan kondisi WiFi tersebut. Ironis memang, Obama selain menjadi Presiden AS juga bertindak sebagai bos CIA, NSA, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) justru memiliki sambungan WiFi yang buruk di tempat tinggalnya sendiri.

Obama mengatakan, ia ingin agar presiden AS berikutnya tidak mengalami hal yang sama dengan dirinya.

Teknologi yang ketinggalan

Selain masalah WiFi, Gedung Putih ternyata juga memiliki masalah lain terkait teknologi yang harus diselesaikan. Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post pada 2009 lalu, saat Obama kali pertama berkantor di Gedung Putih, kantor kepresidenan itu disebut hanya memiliki beberapa laptop.

Ieu rame Lurr.. (SINGAPUR 4G LTE TERMAMPRANG, BAGAIMANA DENGAN INDONESIA?)

Sementara itu, komputer lainnya menjalankan sistem operasi Microsoft yang belum di-update selama enam tahun. E-mailyang dipakai karyawannya juga banyak yang menggunakan akun luar.

Dalam acara penggalangan dana pada tahun 2011 lalu, Obama juga mengakui, teknologi di Gedung Putih seperti tertinggal 30 tahun. Hal yang sama, seperti dikatakan Obama, juga terjadi di lintas departemen, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Pentagon.

Dalam sebuah memo yang diterbitkan Obama pada Oktober 2015 lalu, Gedung Putih menganggarkan 50 miliar dollar AS untuk belanja teknologi lewat puluhan ribu kontrak dengan perusahaan-perusahaan teknologi terbaik, termasuk Apple untuk pengadaan Macbook. (.id/BBS/Nextren.com)

[socialpoll id=”2331633″]

[socialpoll id=”2330942″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.