PANGALAMAN MENEGANGKAN DENI DENASWARA SAAT MELIPUT PERSIB !

Pengalaman menarik dan unik tidak hanya dirasakan oleh para saja. Para awak media peliput pun mempunyai kenangan tersendiri saat mereka melakukan peliputan baik di Bandung ataupun luar daerah. Seperti yang dialami oleh fotografer media cetak, Tribun Jabar, .

Hampir 11 tahun dirinya meliput tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Denas ini mengaku senang bisa menjadi bagian dari pewarta yang meliput kegiatan . Sebelum mendapat tugas untuk meliput Persib dari kantornya, Denas adalah fotografer liputan Umum disekitaran Pemerintah, Kota Bandung atau liputan lainnya.

“Mendingan di Persib, saya kenapa memilih di Persib karena saya bisa berwiraswasta, trus waktunya juga lebih terjadwal seperti latihan, pertandingan atau yang lainnya, kalau di umum waktu yang kita di dalam bekerja mungkin tidak bisa terjadwal karena mungkin kita melihatnya dari segi peristiwa, kejadian, dll,” ujar Denas saat berbincang dengan bobotoh.id belum lama ini.

Ieu Rame Lur : Foto-Foto Spanduk Ti Viking Banten Untuk Menpora !

denidenaswara

Denas pun bercerita tentang pengalaman unik menarik juga mengangkan yang dialminya di awal kariernya mengabadikan pertandingan Persib melalui lensa Nikonnya. “Yang pertama itu dulu waktu saya meliput Pelita Jaya waktu masih di Karawang di Singaperbangsa, waktu itu terjadi pembludakan penonton, saya karena waktu itu masih baru jadi saya belum tau kondisi lapangan seperti apa terus reaksi dari bobotoh apabila tidak kebagian tempat untuk menonton, saya belum mengenal bobotoh waktu itu,” cerita Denas terkekeh.

“Nah waktu itu pas lagi kejadian, saya kebetulan lagi di pinggir lapangan dan pintu stadion itu didobrak, akhirnya saya ikut lari menyelamatkan diri, akhirnya saya masuk ke ruang kesehatan, saya di dalam bersama polwan dan dinas kesehatan, saya sembunyi saat itu, waktu itu ada insiden antara pemain dengan wasit akhirnya pemain Persib ngejar wasit ke ruangan, karena petugas keamanan juga kewalahan dengan bobotoh yang masuk ke lapangan akhirnya lari dan saya juga ikut lari ternyata pas saya intip, kenapa yang lain pada diluar, akhirnya temen-temen yang lain pada nyariin saya, saya cuma bisa mendengar karena saya mau keluar sama petugas dilarang. Nah dari situ akhirnya saya tau bahwa kondisi seperti itu tidak mungkin bobotoh itu menyerang asal-asalan, dan setelah itu saya tau karakter bobotoh seperti apa dan selama saya di lapangan saya aman-aman saja,” kenangnya.

Denas juga memberikan petuahnya kepada adik-adiknya sesama jurnalis yang kini berada di lingkungan Persib. “Jadi di dalam dunia jurnalistik kita harus, pertama menjaga keselamatan diri sendiri, lebih mementingkan keselamatan dari pada momen di dalam dunia jurnalistik. Jadi kita harus prepare lagi kalau misalkan dapat satu momen harus mementingkan keselamatan terlebih dahulu,” tukasnya.

Harapan Denas pribadi terkait profesinya, Ia hanya ingin perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Harapannya mungkin dari segi kesejahteraan yang didalamnya bisa secara finansial, kesehatan dan juga secara jenjang hari tuanya mungkin bisa lebih di perhatikan oleh perusahaan terutama yang freelance dan kontributor seperti itu ada bagian yang harus mereka dapatkan selain dari pendapatan mereka,” tukas pewarta foto yang baru 4 musim mengikuti kegiatan Persib ini. (bobotoh.id/GD)

[socialpoll id=”2332815″]


 

[socialpoll id=”2332567″]

Komentar

Helmi M. Permana

Orang Bandung, suka foto, suka bola, & suka musik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.