PLN DIGUGAT 12 MILIAR GARA GARA LALAI | WAWW…

Jaksa Pengacara Negara () dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah membela PT Perusahaan Listrik Negara () terkait insiden terputusnya kabel transmisi listrik di Kabupaten Jepara hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Menurut JPN, pihak PLN tidak bisa dipersalahkan begitu saja terkait insiden tersebut. “Kami turut empati dengan kejadian tersebut, tetapi gugatan perdata ini mana PLN bisa membayar?” kata JPN yang juga Asisten Bidang Tata Usaha Negara Kejati Jateng, Mia Amiati, saat dihubungi, Jumat (5/2/2016).

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pada Kamis (4/2/2016) kemarin secara perdata oleh keluarga korban kebakaran sebesar Rp 12 miliar karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum.

Ieu rame Lurr.. (ISTANA DUKUNG PENUH MENTERI SUSI TERKAIT GUGATAN YUSRIL)

Atas perbuatan dengan pembiaran kabel yang jatuh, Mawahib Effendi (32) dan anaknya, Luthfahtisa Annaufa (5), menjadi korban hingga meninggal dunia. Mia melanjutkan, gugatan dari pihak keluarga telah masuk ke Pengadilan Negeri Semarang, namun masih dalam proses mediasi. Pihaknya mengaku mewakili PT PLN di dalam persidangan, karena telah ada nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara PLN dengan Kejaksaan.

“PLN sebenarnya sudah proaktif mencari jalan damai. Mereka sudah menawarkan angka, tetapi tiba-tiba mereka menggugat ke sini,” jelas Mia. Selanjutnya, terkait permohonan ganti rugi dari gugatan materiil dan immateriil sebesar Rp 12 miliar, JPN mengatakan itu terlampau besar. Jika memang diberi santuan, ada standar yang telah berlaku.

“Memberi santunan bagi orang yang meninggal ada standarnya. Tidak bisa terus diberi uang yang diminta, karena uang yang akan dibayarkan itu uang rakyat. Tapi kita telah ada hitung-hitungannya sendiri,” tambahnya. Sebelumnya, pengacara korban Muhtardi menjelaskan dari ganti rugi Rp 12 miliar, Rp 10 miliar berupa gugatan immaterii, semenata Rp 2 miliar bersifat materiil.

Gugatan materiil itu terdiri dari ganti rugi meninggalnya suami korban Rp 600 juta, anaknya Luthfa Rp 400 juta, jaminan hidup korban dan anak penggugat Rp 750 juta, pemeriksaan kesehatan korban hamil Rp 100 juta, serta luka bakar penggugat Rp 100 juta.

Selain itu, ganti rugi atas luka bakar warga lain yaitu Muhibbi, Masmonah dan Abdul Muis sebesar Rp 50 juta.

“Gugatan ini sebetulnya bukan untuk korban juga, tapi mengingatkan PLN agar tidak berbuat lalai,” kata kuasa hukum korban terbakar, Muhtardi di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (4/2/2016) kemarin. (.id/Kompas.com)

[socialpoll id=”2329995″]

[socialpoll id=”2329145″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.