RIDWAN KAMIL: PERBAIKAN STADION GBLA TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

“Ini masalahnya sederhana. Ini tanah rawa, tanah rawa itu bergerak ke dalam dan bergerak ke samping,” kata Emil.
Menurut dia, lahan yang dipakai stadion bersifat labil. Dia menilai, terdapat kesalahan konstruksi yang dilakukan PT Adhikarya selaku kontraktor utama.

Wali Kota Bandung hadir dalam peninjauan kelaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di Kawasan Gedebage, Rabu (10/2/2016). Pria yang akrab disapa Emil itu mengungkapkan sebab utama kerusakan bangunan stadion yang menghabiskan uang negara sekitar Rp. 1,1 triliun itu.

“Harusnya dari awal menggambarnya harus betul-betul dengan cermat, harusnya tidak ada fondasi pendek, harusnya fondasi panjang. Dan fondasi pendek inilah biang kesalahannya dia turun dan dia bergeser,” ucap Emil.
Emil menagaskan, Pemkot Bandung tak akan mengeluarkan anggaran tambahan untuk perbaikan. Proses perbaikan stadion sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.

Ieu rame Lurr.. (KABARESKRIM: KASUS DUGAAN KORUPSI STADION GBLA TEUTEUP DIUSUT)

“Menurut saya kurang baik pengerjaannya. Tidak ada anggaran tambahan untuk perbaikan, Pemkot sudah keluar duit banyak,” ujarnya. Dia berharap, perbaikan bisa rampung dalam waktu tiga bulan. Dia pun meminta pihak kontraktor bekerja siang malam agar stadion bisa digunakan sebagai salah satu venue PON XIX Jabar 2016.

“Sesuai target dari provinsi harus ada waktu leluasa untuk klarifikasi dan permohonan ke KONI itu butuh berapa bulan sebelum pembukaan harus diputuskan. Mereka kerja siang malam,” tambahnya. “Saya pengennya (selesai) tiga bulan, makanya saya rapat dulu mudah-mudahan keinginan saya yang masuk akal ini bisa diperbaiki oleh kontraktor,” tutupnya. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2327476″]

[socialpoll id=”2326477″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.