ROBOT BISA MAEN GOLEP, JAGONYA SETARA JEUNG TIGER WOODS | WEWW…

Sebuah baru saja menggemparkan dunia golf karena memiliki kemampuan seperti pegolf profesional, Tiger Woods, setelah berhasil melakukan hole-in-one alias memasukkan bola ke lubang hanya dalam satu pukulan.

Dalam musim pertamanya sebagai seorang profesional, Woods, yang ketika itu berusia 21 tahun, melakukan hole-in-one dalam par 3 lubang ke-16 di TPC Scottsdale, Arizona. Aksi heroik tersebut membuat 20.000 penggemar yang hadir kala itu berdecak kagum.

Woods langsung melakukan selebrasi dengan begitu antusias. Dia mengepalkan tangannya, merayakan bersama tim, dan meminta pendukungnya untuk terus berteriak.

 

 

Sekarang, 19 tahun kemudian, robot bernama (yang diambil dari nama depan Tiger Woods, Eldrick) mengulangi prestasi serupa. Kali ini, para penonton merayakan dengan bersorak dan bermandi bir.

LDRIC (Launch Directional Robot Intelligent Circuitry) dibuat dan dimiliki oleh Gene Parente, pemilik Golf Laboratories Inc. Robot ini banyak digunakan dalam industri golf untuk menguji teknologi baru klub. Dia dapat melakukan pukulan ayun dengan sempurna, seperti yang ditunjukkan lewat pukulan luar biasa pada Rabu (3/2/2016).

Seperti dilansir Daily Mail, Jumat (5/2/2016), Robot ini juga bisa meniru kesalahan para pegolf dalam melakukan pukulan ayun, sehingga produsen klub dapat mengembangkan klub yang lebih pemaaf untuk tembakan pegolf yang lemah.

Menurut Golf Labs, robot ini didukung oleh Brushless DC servomotor. Rentang kecepatan mesin tersebut dari 0,1 mph (untuk putters) sampai 120 mph (untuk drivers).

LDRIC memiliki kecepatan ayunan lebih dari 100 mph, sementara Woods memiliki rata-rata kcepatan sekitar 118 mph. Namun, ketika masih remaja, pukulan dia disinyalir mencapai sekitar 130 mph. Lubang ke-16 di Scottsdale telah menjadi sebuah institusi di PGA Tour, berkat potongan sejarah yang diukir Woods pada 1997.

 

 

Ketika itu, Woods mampu menangani tekanan di sekelilingnya, dan berhasil memasukkan bola dari jarak 138,9 meter. Penonton sudah bersorak kegirangan begitu dia memukul bola, seolah-olah menjadi pertanda manis bagi aksi pria kelahiran California, Amerika Serikat, itu.

Woods sukses memenangi tiga dari total sembilan turnamen profesional pertama yang dia ikuti di Amerika. Dia mengangkat derajat orang kulit hitam dalam olahraga golf, yang saat itu masih identik dengan orang kulit putih dan kaya.

Kini, lubang ke-16 memiliki nilai tersendiri. Bagai sebuah tradisi, setiap 20.000 fans yang hadir selalu berharap aksi heroik Woods tersebut bisa terus berulang.

Ketika seorang pemain melakukan pukulan dan gagal memasuki green (lapangan hijau terdalam dekat lubang), para penonton akan mencemooh. Namun, saat para pemain berhasil melakukan pukulan birdie, seluruh yang hadir akan merayakan seperti mereka berada di pertandingan sepak bola.

Meskipun LDRIC mengeluarkan kemampuan terbaiknya, tembakan Woods tetap unggul. Pasalnya, pemilik gelar PGA Tour Rookie of the Year 1996 ini hanya membutuhkan satu ayunan untuk mencetak hole-in-one pada 1997, sementara LDRIC baru berhasil pada kesempatan kelima.

Sepanjang kariernya, Woods sukses menorehkan 19 hole-in-one. Tidak ada pegolf lain yang bisa menyamai catatan tersebut.

Sekarang, pemilik 14 gelar major championships ini hanya bisa menyaksikan para pegolf mengayunkan pukulan dan merayakan hole-in-one. Pemain terhebat di generasinya ini dibekap cedera dalam beberapa tahun terakhir dan hanya bisa berjalan setelah menjalani operasi punggung untuk kedua kalinya pada tahun lalu. (.id/BBS/Juara.net)

[socialpoll id=”2322097″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.