SATU KORBAN MIRAS OPLOSAN ALAMI PENDARAHAN DAN KEBUTAAN | UYYUUGH…

“Ada lima yang masih dirawat. Empat sudah membaik dan satu kritis,” ujar dokter Faisal Hariono, spesialis Penyakit Dalam RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Selasa (9/2/2016). Seorang pasien korban yang saat ini masih dirawat di RSUP dr Sardjito dalam keadaan kritis. Pasien mengalami pendarahan lambung dan kebutaan.

Faisal menuturkan, satu pasien yang kritis memang terlambat dibawa ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, metanol telah terurai dengan darah. “Pasien yang kritis tersebut mengalami pendarahan lambung dan kebutaan,” tegas dia. Efek metanol ketika dikonsumsi adalah mual-mual, pusing, hilang kesadaran, reflek lambat dan penglihatan tidak fokus. Efek terparahnya menyebabkan kebutaan hingga kematian.

Ieu rame Lurr.. (MABOK MIRAS, TEWASKAN 4 ORANG 7 LUKA LUKA)

“Gejala-gejala metanol itu jelas terlihat ada. Jika cepat di bawa ke Rs bisa kita blok dengan terapi,” tandas dia. Saat dikonfirmasi apakah di darah korban meninggal ditemukan cairan anti serangga, dokter Lipur Rinaningtyas, ahli Forensik RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, mengaku belum dapat memastikannya. Pasalnya, tidak dilakukan otopsi terhadap tubuh korban.

“Kami hanya ambil sempel darah, tidak ada permintaan otopsi. Jadi kita belum mengetahui ada zat-zat itu atau tidak,” kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya, korban miras oplosan di Yogyakarta, terus bertambah. Sampai dengan hari Senin (8/2/2016) kemarin korban meninggal akibat menengak miras oplosan telah mencapai 26 orang.

Dari olah TKP di rumah SK, peracik dan penjual miras oplosan di daerah Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman Polisi menemukan obat anti serangga cair dan obat anti pegal berbentuk cairan. (.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2330929″]

[socialpoll id=”2322097″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.