SEJARAH POÉ IEU: WILUJENG TEPANG TAUN, GABRIEL BATISTUTA !

Hari jadi Gabriel Batistuta ke-47 pada Senin (1/2) ini menjadi momen yang tepat untuk mengenang kembali suatu masa di mana Serie A Italia dan sepakbola pernah memiliki sosok penyerang paling mematikan.

Batistuta dinilai banyak pihak merupakan salah satu striker No.9 paling komplet yang pernah ada. Kekuatan fisik mumpuni, tendangan geledek, tandukan maut, insting gol tajam, hingga kemampuan mengeksekusi tendangan bebas semuanya terangkum menjadi satu dalam dirinya.

Dewa sepakbola Argentina, Diego Maradona, bahkan mengakui bahwa Batistuta adalah striker terbaik yang pernah dilihatnya. Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengaku menyesal dirinya tak pernah mampu mengangkut Batistuta ke Old Trafford. “Saya adalah pengagum Batistuta. Sudah lama saya menginginkan dia,” kata Fergie.

Menembus skena sepakbola profesional di usia 19 tahun, pemain jebolan akademi Newell’s Old Boys ini langsung mencuri perhatian ketika ia dalam dua tahun beruntun ia secara bergantian membela dua klub Argentina yang memiliki rivalitas sengit, River Plate dan Boca Juniors. Meski demikian, tinta emas Batistuta yang sesungguhnya tertorehkan di Italia.

menjadi pelabuhan pertamanya di Negeri Pizza di mana ia mampu berkembang menjadi legenda klub dalam sembilan tahun berkarya di Firenze. Julukan Batigol menggema pertama kali di berkat rentetan gol tiada henti yang membuatnya menjadi topksor sepanjang masa klub di Serie A dengan 152 gol.

Kesetiaan Batistuta mendapat ujian berat ketika Fiorentina terdegradasi ke Serie B pada 1993. Dengan sikap ksatria, ia memilih tetap bertahan dan mampu menggiring klub promosi ke Serie A satu tahun setelahnya. Sebuah patung perunggu berskala 1:1 didirikan fans pada 1996 di depan Artemio Franchi untuk menghargai jasanya.

Giovanni Trapattoni, yang sempat melatih Batistuta di Fiorentina pada 1998 hingga 2000, pernah berucap, “Tak seorang penyerang pun dari klub yang pernah saya tangani memiliki kehebatan seperti Batistuta. Ia merupakan sosok fenomenal. Saya tidak mau menangani Fiorentina tanpanya.”

Kendati melegenda di Fiorentina, striker berambut panjang ini tidak pernah mencecap manisnyaScudetto bersama La Viola. Gelar yang diidamkan itu baru kesampaian ketika ia pindah ke AS Roma pada 2000 dengan nilai transfer mahal di masa itu, yakni senilai 70 miliar Lira.

Di musim pertamanya di ibu kota, Batistuta bersama Francesco Totti bahu membahu membawaGiallorossi menjuarai Serie A yang hingga kini menjadi Scudetto terakhir bagi Roma. Salah satu momen tak terlupakan bersama Roma adalah saat ia menjebol gawang eks timnya, Fiorentina, di mana ia menolak merayakan gol penentu kemenangan tersebut dan justru menitikkan air mata.

Tidak hanya gemilang di level klub, Batistuta juga tokcer di timnas. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Albiceleste, dengan 56 gol dari 78 laga, yang mampu melampaui legenda besar seperti Maradona dan Daniel Passarella. Bintang masa kini Lionel Messi, yang sudah mengoleksi 105 caps, bahkan masih membutuhkan tujuh gol lagi untuk menyamai pencapaian Batistuta.

Batistuta sempat dipinjamkan selama beberapa bulan di Internazionale sebelum akhirnya mengakhiri kiprah 12 tahun di Italia pada 2003 dengan bergabung ke klub Qatar, Al Arabi. Ia kemudian gantung sepatu pada 2005 akibat masalah lutut berkepanjangan. Batigol juga sempat banting setir dengan berkecimpung di olahraga polo.

El Angel Gabriel alias Sang Malaikat Gabriel kini memang sudah tidak lagi menyuguhkan aksi-aksi menawan di kotak penalti lawan. Namun bagi pencinta Calcio, mustahil untuk melupakan predator berambut panjang yang satu ini.

Feliz cumpleaños, Batigol!

GABRIEL BATISTUTA

Nama lengkap: Gabriel Omar Batistuta
Posisi: Penyerang
Tempat, tanggal lahir: Santa Fe, Argentina, 1 Februari 1969
Koleksi Gelar:

River Plate: Primera Divison Argentina (1989/90)

Boca Juniors: Torneo Clausura (1991)

Fiorentina: Serie B (1993/94), Coppa Italia (1995/96), Supercoppa Italiana (1996)

AS Roma: Serie A (2000/01), Supercoppa Italiana (2001)

Argentina: Copa America (1991, 1993), Piala Konfederasi (1992)

Karier klub:
1988-1989  Newell’s Old Boys
1989-1990  River Plate
1990-1991  Boca Juniors
1991-2000  Fiorentina
2000-2003  AS Roma
2002-2003  Internazionale
2003-2005  Al Arabi Qatar

Karier timnas:
1991-2002 Argentina

21 laga (7 gol)
19 (3)
39 (19)
333 (207)
83 (33)
12 (2)
21 (25)

78 (56)

(.id/RF/Goal)

[socialpoll id=”2328469″]


 

[socialpoll id=”2325717″]

Komentar

Reno Firhad Rinaldi

Author #21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.