WARGA BIREUEN TELUSURI JEJAK KERAJAAN JEUMPA | DIMANA CIIKK…

Guna mengumpulkan sejarah asal mula nama dan sejarah Kabupaten Bireuen, Aceh, Majelis Adat Aceh (MAA) setempat segera menggelar seminar ketokohan Raja Jeumpa di lokasi situs yang berada di Desa Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Seminar yang akan digelar pada 4 Mei 2016 mendatang bertujuan untuk menelusuri sejarah Kerajaan Jeumpa yang diyakini berada di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Dalam banyak referensi ditemukan, sebelum resmi bergelar Kabupaten Bireuen, kawasan ini dikenal dengan nama Jeumpa.

Daerah ini dahulu merupakan sebuah kerajaan kecil di Aceh yang dipimpin oleh seorang raja bernama Abdullah. Abdullah berasal dari India datang ke Aceh dengan kapal niaga untuk berdagang. Selanjutnya, dia tinggal bersama penduduk dan menyiarkan agama Islam dan menikah dengan putri Raja, hingga Abdullah dinobatkan menjadi raja menggantikan bapak mertuanya.

Setelah menjadi raja, Abdullah memberi nama wilayah kekuasaannya “Kerajaan Jeumpa”, sesuai dengan nama negeri asalnya yang bernama “Champia”, yang artinya harum, wangi dan semerbak.

Ketua MAA Kabupaten Bireuen, Jailani, mengatakan, banyak informasi yang ditemukan terkait referensi sejarah Raja Jeumpa itu sendiri, sehingga pihaknya bermaksud menyatukan dan merumuskan ragam informasi itu untuk dikemas secara terperinci diperkuat oleh bukti dan saksi sejarah yang masih hidup.

“Sebagai warga Bireuen asli, kita ingin sejarah nama dan muasal tempat ini menjadi kekayaan daerah yang tidak boleh lekang atau sengaja dihilangkan. Untuk itu, dalam waktu dekat kita segera melaksanakan seminar Raja Jeumpa di Kabupaten Bireuen,” ungkap Jailani.

Ieu rame Lurr.. (SURATNA DIBALES RATU ELIZABETH II, REMAJA ASAL CHINA IEU BUNGAH LUAR BIASA)

Ia menyebutkan, medio April mendatang, seminar itu akan digelar di area makam Raja Jeumpa, di perbukitan Blang Keujruen, Desa Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh. “Mengenai lokasi mengapa kita memilihnya di sana, karena kita ingin pembahasan berjalan tidak melebar kemana-mana, dan fokus pada apa yang kita lihat dan saksikan,” tambah Jailani. Rencananya, hasil seminar dibukukan dan menjadi bahan ajar bagi siswa khususnya di Kabupaten Bireuen. (Bobotoh.id/BBS/Kompas.com)

[socialpoll id=”2334310″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.