10 MUSISI YANG MEMBUAT GALAU PEMERINTAH | SAHA WAE CIIIK….

Industri musik indonesia yang kini terbilang bebas, ternyata memiliki masa lalu yang cukup kelam. Dulu, banyak Indonesia yang dicekal, lantaran memiliki lagu yang liriknya mengandung kritik.

Bukan hanya kritik, namun aksi mereka di atas panggung juga dianggap sebagai pemberontakan. Bahkan, sampai ada musisi yang masuk penjara hanya karena menyanyikan lagu-lagu milik musisi luar negeri. Sebagian besar dari pencekalan terhadap musisi dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Karena beberapa dari mereka merasa takut dengan keberanian para musisi yang mengancam kekuasaannya.

Berikut adalah kisah 10 musisi Indonesia yang pernah dicekal oleh pemerintah:

1. Koes Bersaudara

Soekarno melarang peredaran musik yang bernuansa Barat sekitar 1959-1967. Pada 1965, Soekarno bahkan memenjarakan Koes Bersaudara karena menyanyikan lagu-lagu barat milik The Beatles dan Elvis Presley, yang dianggap menodai kebudayaan Indonesia.

2. D’Lloyd

Tak jauh berbeda dengan era Soekarno, Soeharto juga memangkas kebebasan musisi dalam berkreasi. Lagu mereka yang berjudul Hidup Di Bui dianggap tidak sesuai dengan keadaan lembaga pemasyarakatan yang sebenarnya.

Saat itu D’Lloyd terus di pantau polisi dan bahkan nama Bartje Van Houten, sebagai komposer dan gitaris, sampai tidak dicantumkan demi keselamatannya.

3. Micky Jaguar

Bukan hanya lirik, namun aksi musisi di atas panggung juga dicekal. Salah satunya adalah Micky Jaguar, vokalis band Bentoel, yang tampil di atas panggung dengan menyembelih kelinci dan meminum darahnya.

Akibat aksinya itu, ia ditangkap dan diinterogasi oleh polisi.

4. Bimbo

Dari sekian banyak karya Bimbo yang manis dan tanpa kritik, ada satu lagu yang dicekal pemerintah di era 70-an.

Lagu yang berjudul Tante Sun dianggap sebagai sindiran terhadap istri pejabat.

5. Elpamas

Terbentuk pada tahun 1983, Elpamas harus berurusan dengan pemerintah lantaran liriknya mengandung kritik sosial.

Lagu Pak Tua menceritakan seorang pengusaha yang sudah tua tetapi tidak mau pensiun.

Klip lagu tersebut juga dilarang tayang di televisi. Banyak yang menduga, kalau lagu itu ditujukan kepada Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden Indonesia dalam periode yang cukup lama.

6. Iwan Fals

Hampir semua lagu Iwan Fals memang berbau kritik sosial yang ditujukan pada pemerintahan Indonesia. Ia tidak pernah takut menyuarakan pendapatnya lewat musik.

Pada tahun 1984 ia pernah dicekal karena lagu yang berjudul Mbak Tini.

7. Betharia Sonata

Lagu Gelas-gelas Kaca milik Nia Daniaty dan Hati yang Luka milik Betharia Sonata sempat dilarang diputar di stasiun televisi TVRI dan radio RRI oleh Harmoko, Menteri Penerangan Indonesia saat itu.

Lagu tersebut dianggap sebagai lagu cengeng yang dapat mematahkan semangat orang Indonesia untuk bekerja keras.

8. Slank

Tahun 2008 Slank sempat digugat oleh DPR yang tersinggung lewat lagu Gosip Jalanan. Lagu tersebut terdapat dalam album PLUR dan Slank menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Walau masalah ini selesai dengan sendirinya, izin manggung Slank sering dipersulit polisi lantaran dukungannya terhadap KPK.

9. Beside

Acara perilisan album band hardcore asal Bandung, Beside, pada 2008 menjadi malapetaka bagi musisi underground lainnya. Pasalnya, acara tersebut merenggut 11 nyawa yang tewas setelah berdesak-desakan di lokasi acara.

Saat itu acara musik underground sempat mati suri, terutama di Bandung, karena polisi tidak memberikan izin acara.

10. Melinda

Lagu Melinda berjudul Cinta Satu Malam sempat hits pada tahun 2012. Komisi Penyiaran Indonesia menegur keras lagu ini, karena liriknya yang terlalu vulgar.

Lirik lagu tersebut seakan menggambarkan bahwa hubungan seks sah-sah saja jika dilakukan hanya satu malam.

(.id/CNNIndonesia.com)

 

[socialpoll id=”2340018″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.