2020, RESOR OASIS REK BERDIRI DI TENGAH-TENGAH PADANG PASIR | WEWWW….

Sebuah baru ramah lingkungan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE) dijadwalkan selesai pada 2020.

Eco Resort yang dirancang oleh Baharash Architecture untuk situs yang dikelilingi oleh bukit di Liwa akan menampilkan sejumlah fitur yang berkelanjutan.

Salah satu fitur tersebut adalah panel surya seluas 157.000 kaki persegi (14.585,7 meter persegi) yang diharapkan bisa menghasilkan energi 100 persen untuk pengembangan 8.400 kaki persegi (780,3 meter persegi) ini.

Diinisiasi oleh Eco Resort Group, resor ini jelas dirancang untuk klien kelas atas, yang tidak begitu langka di negara Teluk yang kaya ini.

“Pada tahap awal, kami memanfaatkan air tanah dengan menggunakan sumur. Ini memberi kita kesempatan untuk membuat bangunan di seputar mata air, yang sangat penting untuk Bedouins dalam hal perdagangan dan rute transportasi,” kata Baharash Bagherian.

Oasis Eco Resort

Air ini akan digunakan untuk irigasi tanaman, budidaya ikan, dan kegiatan rekreasi. Selain itu, air ini juga digunakan untuk habitat bagi fauna lokal.

Namun, Baharash mengkhawatirkan tanah bernilai tinggi yang digunakan untuk pembangunan properti mewah. Untuk itu, ia memastikan tanah akan digunakan secara pantas dengan penukaran sistem pengolahan air limbah dan daur ulang air untuk irigasi.

Ieu rame Lurr.. (KEMBALI NYIEUN SENSASI, DUBAI SIAP BANGUN LAPANGAN TENIS BAWAH AIR!)

Panen sayuran sendiri

Selain makanan lainnya yang bersumber dari petani lokal, Baharash juga menanam tanaman yang akan menyediakan bahan segar dan organik untuk restoran resor.

Para tamu bahkan didorong untuk memanen sayuran dan menangkap ikan sendiri. Setelah itu, koki akan membantu menggabungkan pilihan tersebut menjadi makanan khusus.

Oasis Eco Resort memiliki zona emisi-nol yang menjadi pusat pengolahan limbah, serta fasilitas bisnis dan penelitian.

Tidak hanya itu, mirip taman nasional Amerika seperti Yellowstone, Oasis Eco Resort akan mempekerjakan ahli biologi satwa liar dan staf konservasi.

Bagherian mengklaim proyek ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial-budaya yang adil.

“Resor ini memberikan kesempatan kerja bagi penduduk setempat, menciptakan ekonomi yang lebih beragam. Resor ini juga akan melestarikan warisan di kawasan itu dan memberikan interaksi yang lebih besar dengan penduduk asli,” katanya. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2339555″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.