2 WANITA SERANG BUS PULISI PAKE SENJATA MESIN | HADDUUUHH…

Sejumlah Istanbul, Turki, Kamis (3/3), kalang kabut dan berlarian menyelamatkan diri ketika menyerang bus mereka. Seorang di antaranya menembak pakai senjata mesin dan yang lain melemparkan granat.

Peristiwa itu, seperti dirilis kantor berita Dogan, terjadi ketika bus polisi anti huru-hara tiba di terminal di Distrik Bayrampasa di pinggiran Istambul.  Beberapa jam kemudian, setelah terlibat baku tembak, dua wanita itu ditembak mati polisi. Identitas mereka belum diungkap.

CNN melaporkan, ketika terjadi serangan oleh dua wanita itu, polisi sempat balas menembak mereka. Seorang penyerang terluka sebelum menggiring mereka ke dekat sebuah bangunan apartemen. Terjadi baku tembak.

Unit pasukan khusus Turki langsung dikirim ke tempat kejadian perkara. Warga di sekitarnya pun dievakuasi ketika pasukan keamanan hendak menggelar operasi penangkapan.

Ieu rame Lurr.. (GADIS SWEDIA IEU CURHAT BERATNYA HIDUP BERSAMA ISIS DI IRAK | DEUDEUH TEUING…)

Jalan-jalan di sekitar lokasi kejadian penuh dengan polisi berpakaian preman yang dibalut rompi anti peluru. Turki sudah acap diserang baik dengan bom maupun penembakan.

Serangan serupa pada pasukan keamanan telah meningkat bersamaan dengan maraknya kekerasan di wilayah tenggara yang didominasi pejuang Kurdi. Gencatan senjata antara Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan pemerintah telah gagal pada Juli lalu.

PKK, yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, telah melancarkan serangan terhadap kelompok yang memerangi Ankara selama lebih dari tiga dekade. Akibat konflik ini, lebih dari 40.000 orang, umumnya warga Kurdi, telah tewas.

Turki juga telah menjadi target empuk bagi kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISSI). Milisi ini dituding telah melakukan tiga serangan bom bunuh diri, yakni serangan di Suruc dekat perbatasan Suriah,  di Ankara, ibu kota Turki, dan di Istanbul Januari lalu. Akibat tiga serangan itu, lebih dari 140 orang tewas.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Istanbul oleh dua prempuan tadi.  Kelompok kiri radikal Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner (DHKP-C) telah berulang kali menarget pos polisi dan sebagian besar terjadi di Istanbul.

Bulan lalu, sebuah bom mobil bunuh diri telah menarget pangkalan militer di Ankara sehingga 29 orang tewas. Pemerintah mengatakan, serangan itu dilakukan oleh Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah milisi Kurdi Suriah yang didukung oleh militan PKK. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2337683″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.