FOTO PRIBADI DICURI MURID, EH GURUNA DIPECAT TI SEKOLAH | BAONG..

Seorang dipecat setelah foto bugilnya tersebar di jagat maya. Tepatnya, foto itu disebar seorang murid berusia 16 tahun.

Cerita bermula beberapa hari setelah perayaan Valentine, yakni pada 18 Februari 2016 lalu. Kala itu sang guru, Leigh Anne Arthur, meninggalkan ponselnya di ruang kelas untuk beberapa menit.

Saat kembali ke kelas, Arthur tak mencurigai apapun. Ia lanjut mengajar seperti sedia kala. Padahal, salah satu muridnya telah puas mengobrak-abrik ponsel yang tertinggal, sebagaimana dilaporkan Cnetdan dihimpun KompasTekno, Minggu (6/3/2016).

Sang murid menemukan foto bugil Arthur dan memotret foto tersebut menggunakan ponselnya. Tak cuma dinikmati sendiri, sang murid menyebarkannya secara online.

Sekolah yang bernama “Union County High School” di Carolina, AS, kemudian meminta Arthur mengundurkan diri. Insiden tersebarnya foto bugil Arthur dinilai sepenuhnya salah guru pelajaran elektro tersebut.

Ieu rame Lurr.. (TELAN BONEKA TEDDY, PITON HARUS JALANI OPERASI | AYA AYA WAE.. LEGIT KITU?)

Sementara sang murid hanya dihukum sekadarnya karena dianggap masih remaja. Sekolah menganggap seharusnya Arthur tak meninggalkan ponselnya. Terlebih, seharusnya Arthur tak menyimpan foto bugilnya di smartphone.

“Kenapa dia menaruh foto seperti itu di ponsel?” perwakilan sekolah bertanya.

Namun Arthur punya alasan khusus. Ia berdalih foto tersebut bersifat privat. Foto dimaksudkan sebagai hadiah Valentine bagi suaminya.

Arthur menegaskan bahwa sang murid telah melanggar hak privasinya. Seharusnya sang murid tak boleh membuka-buka ponsel Arthur.

Tapi apa daya, alasan Arthur toh dianggap angin lewat. Awal pekan ini, sekelompok murid Union County melucurkan petisi pembelaan terhadap Arthur. Meski begitu, sekolah tetap teguh pada pendirian bahwa semuanya salah Arthur. (.id/Kompas.com)

 

[socialpoll id=”2339349″]

[socialpoll id=”2338723″]

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.